Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Crystal Hefner Desak Investigasi Yayasan Hugh Hefner Terkait Ribuan Foto Sensitif

Thalatie K Yani
19/2/2026 05:43
Crystal Hefner Desak Investigasi Yayasan Hugh Hefner Terkait Ribuan Foto Sensitif
Hugh dan Crystal Hefner(Media Sosial X)

JANDA pendiri majalah Playboy Hugh Hefner, Crystal Hefner, mendesak otoritas berwenang untuk menginvestigasi yayasan mendiang suaminya. Ia menuduh yayasan tersebut menguasai ribuan buku harian dan kliping pribadi yang berisi informasi sangat sensitif serta foto-foto eksplisit perempuan yang diduga diambil tanpa izin.

Dalam konferensi pers yang digelar Selasa bersama pengacara hak perempuan ternama, Gloria Allred, Crystal mengungkapkan kekhawatirannya bahwa koleksi tersebut mencakup foto anak di bawah umur. Pengaduan resmi telah diajukan ke Jaksa Agung California dan Illinois terhadap Hugh M. Hefner Foundation.

Ribuan Koleksi Rahasia di Balik Pintu Tertutup

Crystal meyakini yayasan tersebut menyimpan sekitar 3.000 buku kliping pribadi milik Hugh Hefner yang mencakup materi sejak tahun 1960-an. Di dalamnya, terdapat ribuan foto telanjang yang mendokumentasikan aktivitas seksual dan momen intim pribadi.

"Materi tersebut mencakup dekade yang dimulai pada tahun 1960-an. Dan mungkin termasuk gambar anak perempuan yang masih di bawah umur pada saat itu dan tidak dapat memberikan persetujuan mengenai bagaimana gambar mereka akan disimpan atau dikendalikan," ujar Crystal Hefner.

Ia menegaskan bahwa foto-foto tersebut bukanlah materi yang pernah diterbitkan di majalah, melainkan dokumentasi pribadi yang diambil di balik pintu tertutup. Gloria Allred menambahkan bahwa beberapa gambar diduga diambil saat para wanita tersebut dalam kondisi mabuk.

"Sangat penting bagi publik untuk memahami bahwa saya tidak merujuk pada gambar yang muncul di majalah," tegas Crystal. "Fokus saya adalah pada bagaimana buku kliping pribadi Hugh Hefner mencatat momen pribadi yang terjadi di balik pintu tertutup."

Kekhawatiran Digitalisasi dan Keamanan Data

Crystal mengaku baru saja dicopot secara sepihak dari posisinya sebagai CEO dan Presiden yayasan pada hari Senin, setelah ia menolak untuk mengundurkan diri. Ia mengklaim pencopotan ini terjadi setelah dirinya menyuarakan kekhawatiran mengenai penanganan foto-foto pribadi tersebut.

"Kekhawatiran yang saya sampaikan tentang persetujuan, keselamatan, dan keamanan diabaikan," katanya. "Meskipun saya menolak untuk mengundurkan diri kemarin sebagai tanggapan langsung atas kekhawatiran saya yang meningkat... saya dicopot secara sepihak."

Hingga kini, keberadaan pasti materi tersebut masih simpang siur, namun diduga berada di fasilitas penyimpanan di California. Crystal khawatir jika materi tersebut didigitalisasi, risiko kebocoran data atau penjualan materi secara ilegal akan meningkat.

Bukan Masalah Uang, Tapi Martabat

Meskipun belum ada bukti fisik yang dipresentasikan dalam konferensi pers tersebut, pihak Jaksa Agung Illinois mengonfirmasi telah menerima pengaduan dan sedang meninjaunya. Crystal menegaskan bahwa langkah hukum ini diambil demi melindungi hak-hak ribuan perempuan yang mungkin terdampak.

"Ini bukan tentang uang. Saya mencari martabat, keselamatan, dan pemusnahan materi intim non-konsensual agar eksploitasi tidak berlanjut di bawah bendera filantropi," pungkas Crystal. "Tubuh perempuan bukanlah properti, bukan sejarah, dan bukan barang koleksi."

Pihak Hugh M. Hefner Foundation belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait tuduhan serius ini. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya