Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH penyelidikan berbasis citra satelit dan kesaksian warga mengungkap kerusakan parah pada situs bersejarah Permakaman Perang Gaza (Gaza War Cemetery) di Al-Tuffah. Militer Israel (IDF) dilaporkan telah membuldoser sebagian area permakaman yang menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi tentara Inggris, Australia, dan pasukan Sekutu lainnya dari era Perang Dunia I dan II.
Analisis citra satelit yang diambil pada Agustus dan Desember menunjukkan perubahan drastis pada lanskap sudut selatan permakaman. Barisan nisan yang tertata rapi kini menghilang, digantikan oleh gundukan tanah dan jejak alat berat. Area seluas sekitar 1.000 meter persegi di dalam tembok permakaman hancur total, menciptakan gundukan pasir yang berfungsi sebagai barikade pertahanan militer.
Mantan pengurus permakaman, Essam Jaradah, memberikan kesaksian bahwa penghancuran terjadi dalam dua tahap. Pertama, pembersihan lahan seluas 12 meter di luar tembok yang berisi pohon-pohon zaitun. Tahap kedua adalah masuknya alat berat ke dalam area sensitif yang menampung makam-makam prajurit Australia dan monumen peringatan. "Buldoser menciptakan gundukan pasir sebagai penghalang, menghancurkan area dari bangku pengunjung hingga monumen utama," ujar Jaradah seperti dilansir Arab News, Rabu (4/2).
Reaksi dan justifikasi militer
Menanggapi temuan ini, pihak militer Israel (IDF) berdalih bahwa area tersebut merupakan zona tempur aktif. IDF mengeklaim bahwa kelompok militan menggunakan bangunan di sekitar permakaman sebagai tempat perlindungan untuk menyerang pasukan mereka. Selain itu, IDF mengeklaim telah menemukan dan membongkar infrastruktur terowongan bawah tanah yang berada di area permakaman.
Namun, skala kerusakan yang terjadi memicu kekecewaan mendalam dari dunia internasional. Komisi Makam Perang Persemakmuran (Commonwealth War Graves Commission/CWGC), lembaga yang merawat makam ini, mengonfirmasi kerusakan luas pada nisan, dinding pembatas, hingga fasilitas staf.
Kerusakan ini dianggap bukan sekadar dampak sampingan perang, melainkan pukulan telak bagi memori kolektif dunia. Juru bicara Royal British Legion menyatakan kesedihan mendalam atas rusaknya makam personel yang telah memberikan pengorbanan tertinggi.
Banyak dari mereka yang dimakamkan di sana adalah tentara yang bertugas di Palestina selama periode mandat Inggris, termasuk mereka yang gugur saat bertugas di rumah sakit lapangan. Penghancuran nisan-nisan ini tidak hanya melanggar kesucian tempat peristirahatan terakhir, tetapi juga mempersulit pelestarian sejarah militer global di tanah Gaza yang terus bergejolak. (Arab News/B-3)
KANTOR Media Pemerintah Gaza mendesak Komite Nasional untuk Administrasi Gaza
Hamas ultimatum pasukan internasional di Gaza, singgung peran Indonesia dalam ISF dan tegaskan tak boleh jalankan agenda Israel.
Indonesia siapkan 8.000 personel TNI untuk bergabung dalam International Stabilization Force (ISF) di Gaza, tunjukkan komitmen misi perdamaian.
PEMERINTAH berencana mengirim 8.000 prajurit TNI ke Gaza, Palestina untuk bergabung dalam International Stabilization Force (ISF). Keputusan itu dinilai sarat risiko
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso, melakukan pertemuan di Kairo, Mesir pada Ahad (8/2).
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak merespons perihal rencana pengiriman pasukan perdamaian menyusul bergabungnya Indonesia dalam BoP.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved