Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Pertemuan Kisah Persahabatan Tiongkok–Indonesia Digelar di Beijing

Heryadi
01/2/2026 21:43
Pertemuan Kisah Persahabatan Tiongkok–Indonesia Digelar di Beijing
Pertemuan Kisah Persahabatan Tiongkok–Indonesia sukses digelar pada 29 Januari lalu.(Dok.Istimewa)

PERTEMUAN Kisah Persahabatan Tiongkok–Indonesia bertajuk “Berbagi Cerita di Musim Semi, Harmoni Gunung dan Laut” sukses digelar di Beijing, pada 29 Januari lalu. Kegiatan ini mempertemukan pemangku kepentingan dari kedua negara untuk membahas persahabatan, pertukaran antar masyarakat, serta prospek kerja sama bilateral Indonesia–Tiongkok.

Acara tersebut dihadiri Wakil Editor-in-Chief China Foreign Languages Publishing Administration (CICG) sekaligus Direktur Pusat Penerbitan dan Distribusi Buku dan Jurnal Tiongkok untuk Luar Negeri Chen Shi, serta Deputy Chief of Mission (DCM) Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing Parulian Silalahi. Turut hadir secara daring Atase Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Indonesia Wang Siping. Para peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari institusi, think tank, perusahaan, hingga media kedua negara.

Dalam sambutannya, Chen Shi mengatakan hubungan Tiongkok dan Indonesia telah terjalin selama 75 tahun sejak pembukaan hubungan diplomatik dan terus berkembang melalui kerja sama yang saling menguntungkan. “Selama 75 tahun, Tiongkok dan Indonesia telah berdampingan melalui suka dan duka, bekerja sama dengan tulus, sehingga persahabatan antar masyarakat semakin mendalam,” ujar Chen Shi.

Ia berharap pertemuan ini menjadi ruang untuk saling mendengar dan mempererat jarak antarmasyarakat kedua negara. “Kami berharap kegiatan ini dapat menghangatkan komunikasi dengan kisah yang menyentuh hati, memperluas gaung dengan kolaborasi multipihak, serta menyegarkan narasi persahabatan dengan sentuhan kekinian,” katanya.

Chen Shi menegaskan CICG siap menjadikan kegiatan ini sebagai titik awal untuk memperkuat pertukaran dan kerja sama substantif. Menurutnya, semakin banyak kisah persahabatan Tiongkok–Indonesia yang terdokumentasi akan memberikan kontribusi nyata bagi penguatan kemitraan strategis komprehensif kedua negara.

BERAKAR DARI SEJARAH PANJANG
Sementara itu, DCM KBRI Beijing Parulian Silalahi menyampaikan bahwa persahabatan Indonesia dan Tiongkok berakar dari sejarah panjang Jalur Sutra Maritim. “Ikatan ini dibangun melalui pertukaran budaya dan saling percaya yang berlangsung selama berabad-abad,” ujar Parulian.

Ia menilai kemitraan strategis kedua negara kini memasuki fase baru, ditandai dengan kerja sama ekonomi dan perdagangan yang erat serta pertukaran masyarakat yang semakin intens. “Kepercayaan dan persahabatan adalah aset berharga dalam hubungan Indonesia dan Tiongkok. Hanya dengan terus meningkatkan saling pengertian, kemitraan ini dapat semakin kokoh,” katanya.

Acara ini juga menjadi peluncuran perdana kegiatan luring untuk seri Pertemuan Kisah Persahabatan Tiongkok–Indonesia. Hadir dalam sesi tersebut CEO Nanyang Bridge Media Gandhi Priambodo, Wakil Dekan Sekolah Studi Asia Universitas Bahasa Asing Beijing (BFSU) Gu Jiayun, serta Wakil Editor-in-Chief China-ASEAN Panorama Zhang Guocheng.

ENAM PENUTUR KISAH
Enam penutur kisah dihadirkan untuk berbagi pengalaman kerja sama kedua negara, antara lain pembangunan Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB), kerja sama kelautan, pertukaran masyarakat digital, dan penyebaran budaya lintas negara. CEO Nanyang Bridge Media Gandhi Priambodo menyampaikan pengalamannya mempromosikan pertukaran budaya melalui film dan program televisi.

“Tim kami berhasil membawa sejumlah film dokumenter dan film Tiongkok, seperti Flavor of Ningxia, Xinjiang Flavor, serta film yang melakukan pengambilan gambar di Palembang berjudul Boundless Love, untuk ditayangkan di Tiongkok dan Indonesia,” kata Gandhi.

Wakil Presiden dan Kepala Akuntan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Zhang Chao menekankan pentingnya saling pengertian dalam proyek KCJB. “Pemahaman adalah awal kerja sama dan persahabatan, serta kunci untuk mengatasi tantangan proyek bersama,” ujarnya.

Kegiatan ini berada di bawah bimbingan CICG serta Kedutaan Besar kedua negara dan didukung berbagai institusi. Ke depan, rangkaian Pertemuan Kisah Persahabatan akan digelar sepanjang 2026, seiring peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Tiongkok, untuk terus memperkuat jembatan persahabatan antarmasyarakat kedua bangsa.

DIPLOMASI PERSAHABATAN
Sebelumnya, Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun menyatakan pihaknya akan melanjutkan gaya
diplomasi persahabatan yang melampaui sekat formalitas antara Indonesia dan Tiongkok.

"Tahun ini kita memperingati 75 tahun hubungan diplomatik.Keterhubungan Indonesia dan China bukanlah hal baru karena telah terjalin"sejak berabad-abad lalu," kata Dubes Djauhari dalam acara Indonesia Updates di Beijing, beberapa waktu lalu. (Ant/E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya