Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Tuai Kecaman, Pokemon Batalkan Acara di Kuil Yasukuni

Media Indonesia
01/2/2026 15:01
Tuai Kecaman, Pokemon Batalkan Acara di Kuil Yasukuni
ilustrasi(ANTARA/Nanien Yuniar)

THE Pokemon Company, perusahaan pengelola waralaba Pokemon, menyampaikan permintaan maaf terkait rencana pelaksanaan acara permainan kartu Pokémon di Kuil Yasukuni, Tokyo. Rencana tersebut menuai protes karena dinilai melukai perasaan korban agresi Jepang pada masa lalu.

Mengutip siaran Sky News, perusahaan telah membatalkan acara permainan kartu Pokemon yang semula dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (31/1) di Kuil Yasukuni.

Kuil Yasukuni dibangun untuk menghormati sekitar 2,5 juta korban perang Jepang, termasuk di antaranya sejumlah penjahat perang. Negara-negara yang pernah menjadi sasaran agresi Jepang, terutama China dan Korea, memandang kunjungan ke kuil tersebut sebagai simbol kurangnya penyesalan atas sejarah masa lalu.

Publikasi asal China, People’s Daily, menilai rencana pelaksanaan acara permainan Pokemon di Kuil Yasukuni telah melukai perasaan rakyat Tiongkok. Media tersebut menegaskan, "Perusahaan terkait harus bertanggung jawab secara sosial dan tidak meremehkan bobot sejarah yang berat atas nama hiburan."

The Pokemon Company, yang merupakan afiliasi dari pengembang gim Jepang Nintendo, merespons kontroversi tersebut dengan menyampaikan permintaan maaf dalam bahasa Jepang dan China.

Perusahaan menjelaskan bahwa acara tersebut sejatinya direncanakan secara pribadi oleh pemain kartu Pokemon bersertifikat untuk anak-anak. Namun, informasi mengenai acara itu sempat dibagikan melalui situs web resmi perusahaan.

"Acara ini seharusnya tidak diadakan sejak awal," kata perusahaan.

Terkait penyebaran informasi acara di situs resminya, perusahaan menyatakan kesalahan tersebut terjadi "akibat kurangnya pemahaman kami." Perusahaan memastikan acara tersebut telah dibatalkan dan seluruh informasi terkait di situs web resmi telah dihapus. (Ant/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya