Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Ratusan Warga San Francisco Rayakan Legenda Aligator Albino, Claude

Thalatie K Yani
20/1/2026 10:34
Ratusan Warga San Francisco Rayakan Legenda Aligator Albino, Claude
Claude(California Academy of Sciences)

CLAUDE bukanlah tipe hewan yang banyak tingkah. Ia jarang bergerak dan tidak pernah mengenakan kostum untuk menarik perhatian penonton. Namun, pada Minggu (18/1), ratusan orang berkumpul di San Francisco untuk merayakan warisan hidup sang aligator albino yang sangat dicintai kota tersebut.

Upacara peringatan ini berlangsung sangat unik. Acara dimeriahkan pertunjukan band tiup gaya New Orleans, roti sourdough putih sepanjang delapan kaki berbentuk buaya, hingga pembacaan cerita oleh drag queen. Bahkan, sebuah jalan resmi kini menyandang namanya, Claude the Alligator Way.

Claude, yang memiliki panjang 10 kaki dan berat 300 pon dengan mata merah muda, telah menghuni California Academy of Sciences selama 17 tahun sebelum kematiannya pada Desember lalu akibat kanker hati di usia 30 tahun.

Kenangan Unik: "Pencuri" Sepatu Balet

Di balik popularitasnya, Claude juga dikenang karena insiden jenaka sekaligus mendebarkan. Bart Shepherd dari California Academy of Sciences menceritakan kembali momen saat Claude pernah "mencuri" dan menelan sepatu balet milik seorang gadis berusia 12 tahun.

“Bukan hal mudah untuk mengeluarkan sepatu dari perut seekor aligator,” kenang Shepherd di hadapan para penggemar Claude di Golden Gate Park. Proses ekstraksi tersebut membutuhkan anestesi dosis tinggi, peralatan khusus, serta melibatkan banyak dokter hewan dan staf, di tengah alarm kebakaran yang sempat berbunyi di seluruh gedung.

Simbol Perbedaan yang Dihargai

Bagi warga San Francisco, Claude lebih dari sekadar reptil langka. Jeanette Peach, Direktur Komunikasi akademi tersebut, menjelaskan Claude adalah perwujudan dari nilai-nilai San Francisco yang menjunjung tinggi perbedaan.

“Ia adalah hewan luar biasa yang sedikit terasing dari kawanannya, tetapi tetap dicintai, dihargai, dan memiliki nilai,” ujar Peach. Menurutnya, kondisi albino yang diderita Claude memberikan rasa keterikatan bagi orang-orang yang merasa terasing atau berbeda.

Selama hidupnya, Claude telah memikat lebih dari 22 juta pengunjung. Sejak kepergiannya, pihak akademi menerima ribuan surat dari penggemar. "Terima kasih telah menginspirasi banyak anak kecil selama bertahun-tahun. Anda mengingatkan kami bahwa perbedaan adalah apa yang membuat kita unik dan istimewa," bunyi salah satu pesan.

Lana Krol, dokter hewan senior yang merawatnya, mengaku Claude adalah aligator paling tenang yang pernah ia temui. "Saya bisa katakan dengan yakin bahwa saya tidak akan bertemu aligator lain seperti Claude seumur hidup saya. Saya akan sangat merindukannya," pungkas Krol. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya