Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Macron Kritik Trump: Amerika Serikat Sedang Mengisolasi Diri dari Dunia

Irvan Sihombing
09/1/2026 21:25
Macron Kritik Trump: Amerika Serikat Sedang Mengisolasi Diri dari Dunia
Presiden Prancis Emmanuel Macron.(Xinhua/Zhao Dingzhe)

PRESIDEN Prancis Emmanuel Macron melontarkan kritik pedas terhadap arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald Trump. Macron menilai Washington tengah menempuh jalur isolasi yang secara sistematis mengancam stabilitas tatanan dunia dan merusak aliansi tradisional yang telah terjaga puluhan tahun.

Dalam pidato tahunannya di hadapan para duta besar Prancis pada Kamis (8/1/2026), Macron menyatakan bahwa Amerika Serikat secara bertahap mulai meninggalkan peran kepemimpinan globalnya dan mengabaikan norma-norma internasional yang berlaku.

"Amerika Serikat secara bertahap menjauh dari beberapa sekutunya dan melepaskan diri dari aturan internasional," tegas Macron dalam pidato yang menjadi sorotan diplomat dunia tersebut.

Krisis Kepercayaan terhadap PBB

Komentar keras Macron ini dipicu oleh langkah drastis Presiden Donald Trump yang menandatangani memorandum pada Rabu (7/1/2026). Kebijakan tersebut memerintahkan penarikan AS dari 66 organisasi internasional, yang mencakup 31 entitas di bawah naungan PBB dan 35 badan non-PBB lainnya.

Macron berpendapat bahwa saatnya telah tiba bagi masyarakat internasional untuk berinvestasi kembali secara penuh dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia menyayangkan sikap Washington yang menunjukkan ketidakpercayaan terhadap lembaga yang justru mereka dirikan sendiri setelah Perang Dunia II.

Meskipun tetap mendukung multilateralisme, Macron mengakui tantangan besar yang dihadapi dunia saat ini. Ia tidak menampik bahwa institusi multilateral memang perlu dievaluasi karena semakin kurang efektif dalam menjalankan fungsinya di tengah ketegangan global yang meningkat.

Sengketa Kedaulatan Greenland dan Dukungan untuk Denmark

Selain isu pengunduran diri dari organisasi dunia, hubungan transatlantik semakin memanas akibat ambisi AS untuk mengambil alih wilayah otonom Denmark, Greenland. Isu ini kembali mencuat dan memicu reaksi keras dari negara-negara Eropa.

Prancis secara terbuka menyatakan dukungan kuat bagi Denmark dan Greenland. Paris menegaskan bahwa masa depan Greenland sepenuhnya berada di tangan rakyatnya sendiri, bukan sebagai objek transaksi kekuatan asing. Langkah AS ini dinilai Macron sebagai bentuk pengabaian terhadap kedaulatan negara lain.

Kecaman atas Penangkapan Nicolas Maduro oleh Militer AS

Ketegangan diplomatik antara Paris dan Washington mencapai puncaknya setelah muncul kritik keras terhadap operasi militer AS yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, memperingatkan bahwa tindakan sepihak (unilateral) semacam itu merusak dasar-dasar hukum internasional. Paris memandang langkah militeristik AS ini sebagai ancaman serius yang dapat menimbulkan konsekuensi keamanan global yang tidak terduga.

“Tindakan semacam itu merusak dasar hukum internasional dan berpotensi menimbulkan konsekuensi serius bagi keamanan global, yang akan menimpa siapa pun,” ujar Barrot.

Dengan berbagai langkah "America First" yang agresif ini, Prancis kini mendorong Eropa untuk lebih mandiri dan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada kepemimpinan Amerika Serikat dalam menjaga ketertiban dunia. (Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya