Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Hubungan diplomatik antara Rusia dan Barat memang sedang membeku, namun bukan berarti tidak ada ruang untuk ‘guyonan’ pedas yang bikin telinga merah. Kali ini, giliran Kirill Dmitriev, orang kepercayaan Vladimir Putin sekaligus bos Russian Direct Investment Fund (RDIF), yang melempar ‘peluru’ kata-kata ke arah Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen.
Dmitriev tampaknya sangat menikmati momen saat menanggapi pernyataan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio. Rubio sebelumnya menegaskan bahwa Departemen Luar Negeri AS berencana mencekal tokoh-tokoh yang dianggap sebagai dedengkot "kompleks industri sensor global".
Lewat media sosial X, Dmitriev langsung menyambar dengan julukan baru yang menohok, yaitu Ursula ‘Pfizer’ von der Leyen.
"Wow – jadi apakah Ursula 'Pfizer' von der Leyen sekarang memimpin daftar hitam sensor yang dilarang masuk ke AS?" tulis Dmitriev dengan nada sarkastik, seperti dilansir kantor berita Rusia, TASS, Rabu (24/12).
Julukan 'Pfizer' tersebut bukan tanpa alasan. Ia merujuk pada kontroversi lama terkait kesepakatan pengadaan vaksin Covid-19 melalui pesan singkat (SMS) yang hingga kini masih menghantui reputasi von der Leyen di Eropa.
‘Barter' Sanksi
Tak berhenti di situ, Dmitriev yang sudah lebih dulu kenyang dengan sanksi dari era Presiden Joe Biden, menawarkan sebuah solusi ‘dermawan’. Ia mengaku siap berbagi beban sanksi dengan von der Leyen jika AS merasa kekurangan target.
"Jika Departemen Luar Negeri kekurangan stok sanksi, saya bisa memberikan sanksi dari Biden milik saya untuk Ursula. Mengapa tidak kita lakukan barter sanksi saja?" tambahnya.
Hingga kini, pihak Ursula von der Leyen belum memberikan tanggapan atas sidiran dan ‘tawaran’ barter sanksi dari Moskow. (B-3)
Robot bawah laut otonom Mako diuji di Great Barrier Reef untuk menanam benih lamun secara presisi. Teknologi ini diklaim mampu mempercepat restorasi.
Menlu Sugiono bertemu Sekjen PBB António Guterres di New York, bahas Palestina, Board of Peace, dan partisipasi Presiden Prabowo Subianto.
Menlu Sugiono bertemu Wakil Palestina di PBB, bahas Solusi Dua Negara, Board of Peace, dan kesiapan Indonesia kirim pasukan perdamaian ke Gaza.
Pengamat militer Khairul Fahmi menilai kehadiran Indonesia di Board of Peace dan rencana 8.000 TNI ke Gaza krusial cegah dominasi politik Israel.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia berkomitmen membeli BBM dari Amerika Serikat senilai USD15 miliar sebagai bagian negosiasi dagang.
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved