Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Dagelan Kirill Dmitriev Sindir Ursula von der Leyen Terancam Cekal AS: Sebut 'Ursula Pfizer'

Haufan Hasyim Salengke
24/12/2025 20:06
Dagelan Kirill Dmitriev Sindir Ursula von der Leyen Terancam Cekal AS: Sebut 'Ursula Pfizer'
Utusan Khusus Presiden dan CEO Dana Investasi Langsung Rusia, Kirill Dmitriev.(Sergey Savostyanov/TASS)

Hubungan diplomatik antara Rusia dan Barat memang sedang membeku, namun bukan berarti tidak ada ruang untuk ‘guyonan’ pedas yang bikin telinga merah. Kali ini, giliran Kirill Dmitriev, orang kepercayaan Vladimir Putin sekaligus bos Russian Direct Investment Fund (RDIF), yang melempar ‘peluru’ kata-kata ke arah Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen.

Dmitriev tampaknya sangat menikmati momen saat menanggapi pernyataan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio. Rubio sebelumnya menegaskan bahwa Departemen Luar Negeri AS berencana mencekal tokoh-tokoh yang dianggap sebagai dedengkot "kompleks industri sensor global".

Lewat media sosial X, Dmitriev langsung menyambar dengan julukan baru yang menohok, yaitu Ursula ‘Pfizer’ von der Leyen.

"Wow – jadi apakah Ursula 'Pfizer' von der Leyen sekarang memimpin daftar hitam sensor yang dilarang masuk ke AS?" tulis Dmitriev dengan nada sarkastik, seperti dilansir kantor berita Rusia, TASS, Rabu (24/12).

Julukan 'Pfizer' tersebut bukan tanpa alasan. Ia merujuk pada kontroversi lama terkait kesepakatan pengadaan vaksin Covid-19 melalui pesan singkat (SMS) yang hingga kini masih menghantui reputasi von der Leyen di Eropa.

‘Barter' Sanksi

Tak berhenti di situ, Dmitriev yang sudah lebih dulu kenyang dengan sanksi dari era Presiden Joe Biden, menawarkan sebuah solusi ‘dermawan’. Ia mengaku siap berbagi beban sanksi dengan von der Leyen jika AS merasa kekurangan target.

"Jika Departemen Luar Negeri kekurangan stok sanksi, saya bisa memberikan sanksi dari Biden milik saya untuk Ursula. Mengapa tidak kita lakukan barter sanksi saja?" tambahnya.

Hingga kini, pihak Ursula von der Leyen belum memberikan tanggapan atas sidiran dan  ‘tawaran’ barter sanksi dari Moskow. (B-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya