Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Polisi Selidiki Dugaan Keterkaitan ISIS dalam Penembakan Bondi

Ferdian Ananda Majni
15/12/2025 18:00
Polisi Selidiki Dugaan Keterkaitan ISIS dalam Penembakan Bondi
Ilustrasi(Xinhua)

PELAKU penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Australia, pada Minggu (14/12) diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Kepolisian New South Wales (NSW) mengungkapkan bahwa dua pelaku penembakan merupakan ayah dan anak, masing-masing bernama Sajid Akram dan Naveed Akram. Keduanya diduga secara sengaja menargetkan kerumunan warga yang tengah mengikuti perayaan hari besar umat Yahudi, Hanukkah.

Aksi teror tersebut menyebabkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia. Salah satu pelaku, Sajid Akram, turut tewas dalam insiden penembakan di kawasan Pantai Bondi.

Laporan penyiar publik ABC menyebutkan bahwa Agen Intelijen Domestik Australia (Australian Security Intelligence Organisation/ASIO) pernah menyelidiki Naveed Akram sekitar enam tahun lalu, menyusul dugaan keterkaitannya dengan sel teroris ISIS cabang Sydney.

Menurut ABC, para penyidik dari Tim Kontra Terorisme Gabungan (Joint Counter Terrorism Team/JCTT) meyakini bahwa kedua pelaku penembakan telah menyatakan sumpah setia kepada kelompok teroris ISIS.

Seorang pejabat JCTT yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kepada ABC bahwa aparat menemukan sebuah bendera ISIS di dalam mobil milik para pelaku yang berada di lokasi kejadian di Pantai Bondi.

Pejabat tersebut menjelaskan bahwa ASIO mulai mencurigai Naveed Akram enam tahun lalu, setelah aparat keamanan berhasil menggagalkan rencana serangan teroris yang diduga terkait ISIS.

Penyelidikan terhadap Naveed semakin intensif setelah penangkapan terduga teroris ISIS, Isaak El Matari, pada Juli 2019 di Sydney. Matari diketahui dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara karena merencanakan dan memimpin serangan ISIS di kota tersebut.

Menurut keterangan pejabat yang mengetahui penyelidikan tersebut, Naveed Akram memiliki hubungan dekat dengan Matari. Matari bersama sejumlah pria lainnya disebut merupakan bagian dari sel ISIS di Sydney dan memiliki keterkaitan langsung dengan Naveed.

Direktur Jenderal ASIO, Mike Burgess membenarkan bahwa salah satu pelaku penembakan telah dikenal oleh pihak intelijen, meskipun tidak dianggap sebagai ancaman langsung saat itu.

"Salah satu orang sudah kami kenali, tapi bukan dalam perspektif ancaman langsung, jadi kami perlu menyelidiki yang terjadi di sini," kata Burgess kepada ABC.

JCTT sendiri merupakan satuan tugas gabungan yang terdiri dari unsur ASIO, Kepolisian NSW, Kepolisian Federal Australia, serta Komisi Kejahatan NSW.

Hingga kini, ABC melaporkan telah menghubungi pihak ASIO dan Kepolisian NSW untuk mengonfirmasi informasi tersebut, namun belum memperoleh tanggapan resmi. (Fer/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya