Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA saksi mata memberikan gambaran mencekam tentang penembakan dua anggota Garda Nasional yang terjadi pada Rabu (26/11) sore di pusat kota Washington, DC. Salah satu saksi yang berbicara kepada stasiun televisi WUSA mengatakan mendengar lima kali letusan.
“Lima kali tembakan dan kemudian semua orang berlarian,” ujarnya. Ia menambahkan, “Dua tembakan terdengar lebih dulu, lalu tiga tembakan lagi sekitar 30 detik setelahnya.”
Saksi lainnya, seorang perempuan yang berada dalam perjalanan menggunakan Uber saat istirahat makan siang, mengatakan ia melihat banyak anak kecil dan orang dewasa berlarian di jalan. Ia mendengar dua ledakan keras sekitar pukul 14.15.
“Saya mendengar ‘boom, boom’ dua kali,” katanya.
“Saya melihat keluar jendela dan di kedua sisi jalan, banyak anak kecil berlari… Mereka terlihat seperti berusia lima tahun. Saya mendengar ‘tolong, tolong’ dua kali, tetapi saya fokus memastikan anak-anak itu baik-baik saja, sehingga tidak melihat siapa yang berteriak minta tolong.”
Ia menambahkan anggota Garda Nasional meminta sopir Uber-nya untuk memutar arah.
Ryaan Aqid, mahasiswa Cornell berusia 21 tahun yang sedang berkunjung untuk libur Thanksgiving, juga mendengar tembakan saat berjalan kembali ke hotel setelah membeli sandwich. Ia segera bersembunyi di balik kursi-kursi di Farragut Square.
Aqid mengatakan melihat seseorang yang ditahan di tanah dengan tangan di belakang punggung, yang ia asumsikan sebagai pelaku. Ia juga melihat seseorang menerima CPR, namun tidak dapat memastikan siapa yang sedang ditangani.
Video dari lokasi menunjukkan polisi melakukan CPR kepada seorang anggota Garda Nasional di dekat halte bus yang kacanya pecah di persimpangan 17th dan I Street NW. Kamera kemudian bergeser menampilkan seorang Garda Nasional kedua tergeletak di tanah dan dikelilingi petugas.
Patrick, saksi yang merekam video dan meminta identitas belakangnya dirahasiakan, mengatakan ia sedang bersiap masuk ke Bottom Line bar di I Street sekitar pukul 14.10 ketika mendengar suara dentuman keras. Awalnya ia mengira itu suara konstruksi, kemudian melihat orang-orang berlarian.
Setelah bertanya, seseorang mengatakan telah terjadi penembakan di persimpangan 17th dan I Street NW. Patrick sempat meragukannya karena tidak terlihat kepanikan besar, namun kemudian terdengar rangkaian tembakan lagi.
Ia menggambarkan suara tersebut sebagai “tembakan berat… saya tidak bisa memastikan itu senapan atau pistol, tetapi jelas kalibernya besar.”
Setelah suara tembakan berhenti, ia berjalan ke lokasi dan melihat dua anggota Garda Nasional serta seorang orang ketiga tergeletak di tanah. Petugas memberikan CPR kepada salah satu anggota Garda, sementara anggota lainnya terlihat mengalami luka di bagian kepala.
Menurut Patrick, Garda Nasional yang terluka di kepala masih hidup karena ia melihatnya menggerakkan lengan dan mencoba berguling. (CNN/Z-2)
Video terbaru mengungkap kronologi penembakan Renee Nicole Good oleh agen ICE di Minneapolis. Korban sempat berkata “saya tidak marah” sebelum ditembak.
Penembakan yang menewaskan Renee Nicole Macklin Good, 37 tahun, pada Rabu lalu kini menjadi sorotan tajam publik dan aparat penegak hukum.
Wali Kota Minneapolis menuding pemerintahan Trump menutup fakta penembakan warga oleh agen ICE dan mendesak penyelidikan independen di tengah protes nasional.
Presiden Trump mengklaim penembakan wanita oleh petugas ICE di Minneapolis adalah bela diri, sementara Gubernur Tim Walz menyebut narasi tersebut sebagai propaganda.
Investigasi penembakan perempuan oleh petugas ICE di Minneapolis terhambat minimnya kamera tubuh. Akankah ada keadilan di tengah kebijakan imigrasi Trump yang keras?
Seorang perempuan tewas ditembak petugas imigrasi (ICE) di Minneapolis setelah diduga mencoba menabrak aparat. Otoritas AS menyebutnya sebagai aksi terorisme domestik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved