Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Netanyahu Bersumpah Musnahkan Hamas Total dari Gaza Sampai Akar-akarnya – Strategi, Alasan & Update Terbaru 2025

Irvan Sihombing
25/11/2025 17:36
Netanyahu Bersumpah Musnahkan Hamas Total dari Gaza Sampai Akar-akarnya – Strategi, Alasan & Update Terbaru 2025
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.(Xinhua)

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak pernah goyah. Sejak serangan brutal Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan 1.200 orang dan menyandera 251 warga Israel, Netanyahu–sebelum gencatan senjata terjadi Oktober 2025–berulang kali menyatakan satu tujuan utama: Hamas harus dimusnahkan sepenuhnya dari Gaza – baik sayap militer maupun politiknya.

Bulan Oktober 2025 ketika gencatan senjata tercapai, Netanyahu menegaskan bahwa perang di Gaza tidak akan berakhir sampai Hamas melucuti senjatanya.

Mengapa Netanyahu Begitu Keras Ingin Lenyapkan Hamas?

Bagi Israel, Hamas bukan sekadar kelompok bersenjata biasa. Hamas tercatat dalam piagam pendiriannya ingin menghancurkan negara Israel. Selama 18 tahun berkuasa di Gaza sejak 2007, Hamas telah:

  • Meluncurkan puluhan ribu roket ke kota-kota Israel
  • Membangun ratusan kilometer terowongan teror di bawah Gaza
  • Menyandera warga sipil, termasuk anak-anak dan lansia
  • Menggunakan rumah sakit, sekolah, dan masjid sebagai markas dan gudang senjata
  • Menerima dana besar dari Iran dan Qatar untuk membeli roket serta senjata

Netanyahu menyebut Hamas sebagai “ISIS versi Gaza”. Menurutnya, membiarkan Hamas tetap eksis sama saja membiarkan bom waktu yang siap meledak kapan saja.

Apa Arti “Musnahkan Hamas Total” Menurut Israel?

Pemerintah Israel mendefinisikan kemenangan mutlak atas Hamas dengan lima poin utama:

  1. Penghancuran total kemampuan militer Hamas (batalion, roket, terowongan)
  2. Pembunuhan atau penangkapan seluruh pimpinan tinggi Hamas (termasuk Yahya Sinwar, Mohammed Deif, dan pimpinan di luar negeri)
  3. Pembebasan semua sandera (hidup maupun jenazah)
  4. Pengakhiran kekuasaan politik Hamas atas Gaza
  5. Pembentukan pemerintahan baru di Gaza yang tidak lagi memusuhi Israel

Strategi Militer Israel 2024–2025 untuk Hancurkan Hamas

Sejak November 2023, Israel menerapkan strategi bertahap yang sangat sistematis:

1. Fase Invasi Darat Besar-besaran

Pasukan IDF menguasai Gaza utara (2023–2024), lalu Khan Younis dan Rafah (2024–2025). Ribuan terowongan Hamas dihancurkan, ratusan peluncur roket disita.

2. Pembunuhan Terpilih Pemimpin Hamas

Beberapa nama besar yang sudah berhasil dilumpuhkan:

  • Yahya Sinwar – kepala Hamas di Gaza (Oktober 2024)
  • Mohammed Deif – komandan sayap militer (Juli 2024)
  • Ismail Haniyeh – kepala biro politik (dibunuh di Teheran, Juli 2024)
  • Marwan Issa dan puluhan komandan brigade lainnya

3. Pengeringan Sumber Dana Hamas

Israel bekerja sama dengan AS dan negara Teluk untuk memutus aliran uang dari Qatar dan Iran ke Hamas.

4. Rencana “Hari Sesudah Perang”

Netanyahu menolak otoritas Palestina (PA) kembali berkuasa di Gaza. Israel mengusulkan pemerintahan teknokratik lokal yang didukung negara-negara Arab moderat, dengan pengawasan keamanan tetap di tangan Israel untuk beberapa tahun ke depan.

Kenapa Netanyahu Tolak Gencatan Senjata Permanen Sebelum Hamas Musnah?

Setiap kali ada usulan gencatan senjata panjang, Netanyahu langsung menolak. Alasannya sederhana:

  • Hamas selalu memanfaatkan gencatan senjata untuk mempersenjatai kembali (contoh: 2014, 2021)
  • Sandera masih ditahan dan belum semua dibebaskan
  • Hamas masih punya ribuan roket dan ratusan terowongan yang aktif

“Kami sudah belajar dari masa lalu. Gencatan senjata hanya memberi Hamas waktu bernapas,” ujar Netanyahu.

Dampak Kemanusiaan dan Kritik Internasional

Perang panjang ini memang menimbulkan korban sipil yang sangat besar di Gaza. Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza (yang dikuasai Hamas), lebih dari 43.000 orang tewas hingga November 2025. Israel mengatakan sebagian besar adalah anggota atau pendukung Hamas, dan menyalahkan Hamas karena berperang dari dalam pemukiman padat.

Mahkamah Pidana Internasional (ICC) bahkan mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan menteri pertahanan Yoav Gallant. Namun Israel menolak yurisdiksi ICC dan tetap melanjutkan operasi.

Update Terbaru November 2025

  • IDF menguasai 90% wilayah Gaza
  • Hanya tersisa kantong-kantong perlawanan kecil Hamas di Rafah dan Deir al-Balah
  • Kabinet Israel menyetujui kesepakatan gencatan senjata pada Jumat (10/10/2025) pagi.
  • Netanyahu: “Kami sudah sangat dekat dengan kemenangan mutlak atas Hamas”

Kesimpulan: Akankah Hamas Benar-benar Musnah?

Benjamin Netanyahu sangat yakin bahwa 2025–2026 akan menjadi tahun akhir kekuasaan Hamas di Gaza. Meski perlawanan sporadis mungkin masih ada, kemampuan Hamas untuk melancarkan serangan besar seperti 7 Oktober sudah hampir nol.

Bagi Israel, ini adalah perang untuk kelangsungan hidup negara. Bagi Netanyahu, menghancurkan Hamas juga menjadi warisan politik terbesarnya. Namun, misi Netanyahu tersebut harus berhadapan dengan kenyataan berupa tercapainya kesepakatan gencatan senjata yang diinisiasi Presiden AS Donald Trump serta sejumlah negara di kawasan. 

Meski gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober 2025, Kantor Media Pemerintah Gaza melaporkan pada Sabtu (22/11/2025) bahwa Israel telah melanggar kesepakatan setidaknya 497 kali. 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya