Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DUTA Besar Sudan untuk Indonesia, Yassir Mohamed Ali, memberikan pemaparan mendalam mengenai dinamika konflik yang terjadi di negaranya. Ia menjelaskan bagaimana konflik bermula, faktor-faktor yang menyebabkan konflik berlangsung dalam waktu yang panjang, hingga kondisi terkini yang dihadapi rakyat Sudan.
Dipaparkan bahwa konflik di Sudan tidak bisa dilepaskan dari kepentingan geopolitik regional dan global. "Terdapat proxy war yang melibatkan negara-negara tertentu yang menjadi dalang dan terus memprovokasi konflik agar terus berlangsung," jelas Yassir Mohamed Ali.
Ia juga menyoroti bahwa sumber daya alam yang melimpah di Sudan menjadi salah satu magnet bagi negara-negara lain yang ingin menguasainya, sehingga memperumit upaya penyelesaian konflik panjang yang berlangsung di Sudan.
Karena itu, sebagai organisasi perempuan Muslim terbesar di Indonesia, Badan Musyawarah Islam Wanita Indonesia (BMIWI) menyatakan komitmen memberikan dukungan kemanusiaan kepada rakyat Sudan. Dalam audiensi dengan Kedutaan Besar Republik Sudan di Jakarta pada Senin, 17 November 2025, BMIWI meminta panduan dari Kedutaan Besar Sudan mengenai bentuk bantuan yang paling tepat dan efektif yang dapat diberikan.
"Kami ingin memastikan bahwa bantuan yang kami berikan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan, serta menghormati martabat dan kebutuhan masyarakat yang terdampak," ungkap Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri BMIWI Ariesa Ulfa dalam keterangan tertulis, Selasa (25/11).
BMIWI juga menyampaikan rencana untuk menyelenggarakan kegiatan guna menginformasikan dan mengajak masyarakat Indonesia untuk memahami kondisi di Sudan. Kampanye ini diharapkan dapat menumbuhkan empati dan solidaritas yang lebih luas dari masyarakat Indonesia.
Menanggapi inisiatif tersebut, Duta Besar Sudan menyatakan kesediaannya untuk menjadi narasumber dalam kegiatan yang direncanakan oleh BMIWI tersebut. Berbicara mengenai pemberian bantuan, Yassir Mohamed Ali menyatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara pemberi bantuan dan donasi terbesar untuk Sudan.
Dalam sambutannya, istri Duta Besar Sudan, Shahira Hassan Ahmed Wahbi, turut menyampaikan apresiasi atas kepedulian BMIWI terhadap rakyat Sudan. Ia menekankan pentingnya solidaritas antarnegara Muslim dalam menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan.
"BMIWI datang dengan hati yang terbuka dan komitmen tulus untuk berdiri bersama rakyat Sudan. BMIWI menegaskan bahwa ikatan antara bangsa Indonesia dan Sudan berakar pada kesamaan iman, komitmen bersama terhadap keadilan, serta keyakinan akan pentingnya martabat setiap manusia," ujar delegasi BMIWI.
Audiensi dipimpin langsung oleh Ketua Presidium BMIWI Dr Iin Kandedes didampingi dua presidium lain, Prof. Umaimah Wahid dan Dr Oneng Nurul Bariyah. (I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved