Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Presiden Kolombia Gustavo Petro Tertangkap Kunjungi Kelab Tari Telanjang

Haufan Hasyim Salengke
21/11/2025 05:20
Presiden Kolombia Gustavo Petro Tertangkap Kunjungi Kelab Tari Telanjang
Presiden Kolombia Gustavo Petro (Kiri) bertemu dengan Presiden Portugal Marcelo Rebelo de Sousa (kanan) selama kunjungannya pada Mei 2023 ke Lisbon, dan menghabiskan beberapa waktu di kelab tari telanjang sesuai catatan keuangan yang baru terungkap.(PATRICIA DE MELO MOREIRA/AFP)

NIAT mau menangkis tuduhan malah menuai masalah baru di dalam negeri. Itulah yang dialami Presiden Kolombia Gustavo Petro yang merilis laporan keuangannya minggu ini untuk membantah tuduhan Washington tentang kejahatan keuangan terhadap dirinya.

Namun langkah itu justru menjerat Petro sendiri karena catatan tersebut menyingkap ada kunjungan ke kelab tari telanjang.

Petro telah menjadi sasaran sanksi Amerika Serikat (AS), dituduh melakukan perdagangan narkoba dan pencucian uang dalam perang kata-kata yang berkepanjangan dengan Presiden AS Donald Trump.

Awal pekan ini, Petro membuka transaksi keuangannya untuk diselidiki publik. Terungkap ada pembayaran sebesar $50 di sebuah kelab tari telanjang di Portugal selama kunjungan resmi pada Mei 2023, yang langsung memicu kemarahan kelompok-kelompok hak-hak perempuan Kolombia.

"Bagaimana mungkin kita mengalami krisis eksploitasi seksual di Kolombia dan pada saat yang sama seorang presiden sering mengunjungi tempat-tempat seperti itu?" tanya Sara Jaramillo dari Jaringan Abolisionis Medellin, yang mengadvokasi penghapusan pekerja seks eksploitatif.

Tanggapan Petro terhadap kritik tersebut memicu lebih banyak kemarahan di media sosial. "Ada dua hal yang saya pelajari dalam hidup: tidak tidur dengan perempuan yang tidak saya sukai dan tidak membeli seks ketika saya masih mampu merayu," tulis presiden di X dalam pesan yang dianggap tidak sensitif terhadap perasaan.

Pengadilan Kolombia sebelumnya telah memerintahkan presiden untuk meminta maaf atas komentar yang ‘menstigmatisasi’ terhadap perempuan setelah ia menyebut wartawan perempuan yang kritis sebagai ‘boneka mafia’ di salah satu negara paling berbahaya bagi jurnalis di Amerika Selatan.

Sekutu historis, Washington dan Bogota, telah mengalami hubungan diplomatik yang memburuk sejak Trump menjabat untuk masa jabatan kedua pada Januari. Ia menuduh pemimpin sayap kiri pertama Kolombia, tanpa bukti, sebagai ‘pemimpin narkoba ilegal’ dan mencabut sertifikasi Kolombia sebagai sekutu dalam perang melawan perdagangan narkotika.

Petro mengatakan di X ia akan menjelaskan ‘suatu hari nanti’ mengapa ia berada di klub strip Menage di Lisbon. Selama perjalanan tersebut, ia juga mengunjungi Istana Belem untuk bertemu dengan presiden Portugal Marcelo Rebelo de Sousa.

"Untuk saat ini, yang saya inginkan hanyalah agar setiap orang yang memeriksa laporan keuangan saya dapat melihat kesewenang-wenangan yang dilakukan terhadap Kolombia," ujarnya mengenai tindakan AS.

Petro adalah mantan pemberontak M-19 yang terpilih menjadi presiden pada 2022. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, negara di Amerika Selatan itu dipimpin oleh presiden berhaluan kiri. (France24/B-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya