Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Sosek Malindo: RI-Malaysia Tingkatkan Konektivitas dan Ekonomi Wilayah Perbatasan

Irvan Sihombing
20/11/2025 12:14
Sosek Malindo: RI-Malaysia Tingkatkan Konektivitas dan Ekonomi Wilayah Perbatasan
Direktur Jenderal Bina Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri Safrizal Zakaria Ali (keempat kiri).(Dok. Antara)

INDONESIA dan Malaysia kembali meneguhkan komitmen bersama dalam pengembangan wilayah perbatasan, peningkatan konektivitas, serta pengelolaan keamanan dan sosial ekonomi.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA menyampaikan hal tersebut pada Persidangan Ke-40 Jawatankuasa Kerja/Kelompok Kerja Pembangunan Sosio-Ekonomi (JKK/KK) Sosek Malindo yang berlangsung di Langkawi, Kedah, Malaysia, pada 18-19 November 2025.

"Marilah kita terus memelihara semangat kolaborasi dan komunikasi yang baik, memperkuat hubungan persahabatan, dan bersama-sama mewujudkan kemajuan serta kesejahteraan bagi masyarakat di Kawasan Perbatasan/Sempadan Indonesia dan Malaysia," kata Safrizal dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (20/11).

Safrizal menekankan bahwa kerja sama Sosek Malindo yang telah berjalan lebih dari 40 tahun merupakan bukti kuat komitmen kedua negara dalam membangun kawasan perbatasan.

Ia menggarisbawahi bahwa meskipun banyak capaian telah diraih, masih terdapat sejumlah agenda yang memerlukan penyamaan persepsi dan koordinasi lebih intensif, khususnya terkait perbedaan landasan hukum serta implementasi kesepakatan di tingkat daerah.

Kedua negara mencatat sejumlah kemajuan, termasuk penyelarasan Standard Operating Procedure (SOP) pemulangan dan pengendalian jenazah di Riau/Kepri–Johor/Melaka serta Entikong–Tebedu.

Indonesia dan Malaysia juga sepakat memperkuat mekanisme koordinasi melalui pembentukan Tim Fasilitasi, pusat komunikasi (call center), dan pelaksanaan masa uji coba selama satu tahun.

Di bidang konektivitas, kedua negara menyatakan komitmen untuk mendorong pembukaan jalur laut RoRo Dumai–Melaka dan Batam–Johor. Jalur ini diharapkan dapat memperkuat arus barang dan meningkatkan mobilitas masyarakat di kawasan perbatasan.

Selain itu, pengoperasian Terminal Barang Internasional Entikong serta percepatan pengembangan kawasan Special Economic Zone (SEZ) Tebedu–Entikong menjadi salah satu fokus utama. Upaya tersebut sejalan dengan arahan pimpinan nasional kedua negara untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi perbatasan.

Penguatan Pengelolaan Perbatasan dan Koordinasi Teknis

Dalam sektor pengelolaan perbatasan, kedua negara menyepakati peningkatan koordinasi teknis terkait pengelolaan Sungai Sembakung–Pansiangan, termasuk pembentukan Joint Technical Committee dan penerapan sistem peringatan dini banjir.

Pembahasan juga mencakup harmonisasi kebijakan mengenai Pintu Masuk Antarabangsa (PMA) Serudong–Sei Manggaris serta percepatan pengoperasian Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Temajuk–Telok Melano.

Pertemuan di Langkawi ditutup dengan kesepakatan Takwim Kegiatan Sosek Malindo 2026, termasuk penetapan Indonesia sebagai tuan rumah Persidangan Ke-41. Kedua negara menegaskan bahwa semangat persahabatan, kepercayaan, dan komitmen bersama akan tetap menjadi fondasi utama dalam memperkuat pembangunan kawasan perbatasan secara berkelanjutan. (Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik