Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Kapal Mata-Mata Rusia Ganggu Pilot RAF dengan Laser, Inggris Siaga Penuh

Thalatie K Yani
20/11/2025 04:52
Kapal Mata-Mata Rusia Ganggu Pilot RAF dengan Laser, Inggris Siaga Penuh
Kapal intelijen Rusia, Yantar, diduga menembakkan laser untuk mengganggu pilot RAF di dekat wilayah Inggris. (Itv)

INGGRIS meningkatkan kewaspadaan setelah kapal intelijen Rusia, Yantar, diduga menggunakan laser untuk mengganggu pilot Angkatan Udara Kerajaan (RAF) yang memantau pergerakannya di dekat perairan Inggris. Menteri Pertahanan John Healey menyebut tindakan itu sebagai langkah yang “sangat berbahaya” dan menegaskan pemerintah menanganinya dengan “sangat serius”.

Healey mengatakan, insiden penggunaan laser itu terjadi saat Yantar diikuti kapal frigat Angkatan Laut Kerajaan dan pesawat patroli RAF Poseidon P-8 yang dikerahkan untuk “melacak setiap gerakan kapal tersebut”. Peristiwa itu dipahami terjadi dalam dua minggu terakhir.

Menurut Healey, Yantar berada di sebelah utara Skotlandia dan telah memasuki wilayah Inggris untuk kedua kalinya tahun ini. Ia menegaskan Inggris akan terus memantau kapal tersebut dan telah menyiapkan opsi militer “jika Yantar mengubah haluan”.

“Pesan saya ke Rusia dan Putin, kami melihatmu. Kami tahu apa yang kamu lakukan. Dan jika Yantar melakukan perjalanan ke selatan pada pekan ini, kami siap,” ujar Healey.

Ia juga mengungkapkan aturan keterlibatan Angkatan Laut diperbarui sehingga kapal Inggris dapat mengikuti Yantar lebih dekat “ketika berada di perairan luas kami”.

Healey menyebut Yantar, yang mulai beroperasi pada 2015, sebagai bagian dari Main Directorate for Deep Sea Research (GUGI) Rusia, lembaga yang dirancang untuk “melakukan pengawasan pada masa damai dan sabotase saat konflik”.

“Segala hal yang menghalangi, mengganggu atau membahayakan pilot yang bertugas menerbangkan pesawat militer Inggris sangatlah berbahaya,” tegas Healey

Rusia Bantah Tudingan

Kedutaan Besar Rusia membantah tudingan tersebut. Dalam pernyataannya, Rusia menyebut tidak tertarik pada komunikasi bawah laut Inggris dan menegaskan bahwa tindakan mereka “tidak menyentuh kepentingan Inggris” serta tidak bertujuan mengancam keamanan negara tersebut. Namun Rusia menuduh London menambah ketegangan melalui “jalur Russofobia dan histeria militeristik”.

Ketua Komite Gabungan Strategi Keamanan Nasional, Matt Western, mengatakan insiden ini kembali menunjukkan Rusia merupakan “ancaman nyata dan langsung” bagi keamanan Inggris. Ia menilai respons tegas pemerintah perlu ditingkatkan.

Posisi Yantar saat ini tidak jelas. Situs pelacakan Marine Traffic mencatat kapal tersebut terakhir menyiarkan lokasinya pada 2 November di Laut Baltik, sementara Angkatan Laut Belanda pada 6 November mengawal kapal itu keluar dari Laut Utara. Meski pesawat RAF Poseidon terlihat berpatroli di lepas pantai Skotlandia, belum dapat dipastikan bahwa operasi itu terkait Yantar.

Para analis Barat sejak lama mencurigai Yantar memetakan kabel bawah laut yang menjadi infrastruktur penting internet dan komunikasi global. Inggris dan sekutu NATO khawatir terhadap potensi gangguan Rusia terhadap jaringan vital tersebut.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Healey juga memperingatkan tentang pelanggaran Rusia terhadap wilayah udara NATO serta ancaman global lain. “Dunia kita sedang berubah. Dunia menjadi kurang dapat diprediksi. Dunia menjadi lebih berbahaya.,” ujarnya. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya