Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Perancis Pasok Hingga 100 Jet Tempur Rafale F4 untuk Ukraina

Thalatie K Yani
18/11/2025 06:10
Perancis Pasok Hingga 100 Jet Tempur Rafale F4 untuk Ukraina
Ukraina akan menerima hingga 100 jet tempur Rafale F4 dan sistem pertahanan udara canggih dari Perancis. (Media Sosial X)

UKRAINA akan menerima hingga 100 jet tempur Rafale F4 buatan Perancis beserta sistem pertahanan udara modern dalam sebuah kesepakatan besar yang bertujuan memperkuat kemampuan Kyiv menghadapi serangan udara Rusia. Kesepakatan tersebut diumumkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky setelah menandatangani letter of intent bersama Presiden Perancis Emmanuel Macron di sebuah pangkalan udara dekat Paris.

Zelensky menyebut langkah ini sebagai “bersejarah”, menegaskan kerja sama tersebut merupakan perjanjian strategis jangka panjang yang akan berlaku selama 10 tahun mulai tahun depan. Pengiriman jet tempur Rafale F4 dijadwalkan rampung pada 2035, sementara produksi bersama drone interceptor akan mulai dilakukan tahun ini.

Rincian pembiayaan belum disepakati, namun laporan menyebut Perancis ingin menarik dukungan pendanaan dari Uni Eropa serta mempertimbangkan penggunaan aset Rusia yang dibekukan. Sebuah langkah kontroversial yang memicu perbedaan pendapat di antara negara anggota UE.

Selain jet tempur, Zelensky mengatakan Ukraina akan menerima radar canggih buatan Perancis, delapan sistem pertahanan udara, dan sejumlah perlengkapan militer lainnya. “Mengoperasikan sistem secanggih ini berarti melindungi nyawa seseorang... ini sangat penting,” ujarnya.

Serangan Rusia dalam beberapa bulan terakhir terus meningkat, terutama melalui drone dan rudal yang menargetkan infrastruktur energi serta jaringan kereta api Ukraina. Serangan-serangan itu menyebabkan pemadaman besar dan menewaskan puluhan warga sipil. Dalam serangan terbaru di Balakliya, tiga orang tewas dan 15 lainnya terluka.

Macron menegaskan besarnya paket pertahanan ini. “Kami merencanakan Rafale, 100 Rafale, jumlah yang besar. Ini diperlukan untuk regenerasi militer Ukraina,” katanya. Ia menambahkan bahwa Perancis ingin membantu Ukraina mempersiapkan diri menghadapi situasi apa pun yang mungkin terjadi ke depan.

Jet tempur Rafale dinilai penting untuk melindungi wilayah udara Ukraina, mengingat Kyiv masih kesulitan mencegah serangan jarak jauh Rusia. Seorang analis pertahanan Ukraina, Serhiy Kuzhan, mengatakan Rusia menggunakan sekitar 6.000 bom luncur setiap bulan. Menurutnya, kemampuan rudal udara-ke-udara jarak jauh dari sistem Perancis sangat dibutuhkan.

Meski pengumuman ini signifikan, para analis menilai dampaknya akan bergantung pada jadwal pengiriman serta jenis rudal yang disertakan. Kesepakatan tersebut merupakan perjanjian politik jangka panjang, bukan pesanan pembelian rinci, sehingga tidak diharapkan mengubah situasi di garis depan dalam waktu dekat.

Setelah kunjungan ke Perancis, Zelensky dijadwalkan menuju Spanyol untuk mencari dukungan tambahan. Sebelumnya, Ukraina juga telah menerima pesawat Mirage dari Perancis serta F-16 dari Amerika Serikat, dan baru-baru ini mencapai kesepakatan awal untuk memperoleh jet Gripen dari Swedia.

Invasi besar-besaran Rusia yang dimulai Februari 2022 kini memasuki tahun ketiga, dengan Moskow masih menguasai sekitar 20% wilayah Ukraina dan terus melakukan pergerakan perlahan di berbagai titik garis depan. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik