Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Puluhan Anggota Parlemen Inggris Desak Pembebasan 15 Penguin di Akuarium London

Thalatie K Yani
12/11/2025 07:34
Puluhan Anggota Parlemen Inggris Desak Pembebasan 15 Penguin di Akuarium London
Penguin Gentoo(Media Sosial X)

LEBIH dari 70 anggota parlemen Inggris menyerukan pembebasan 15 penguin Gentoo yang disebut “terjebak” di Sea Life London Aquarium, karena dianggap hidup tanpa akses cahaya alami maupun udara segar. Para legislator menilai kondisi hewan-hewan tersebut “sangat tidak dapat diterima.”

Kelompok penguin itu ditempatkan di area tertutup dalam akuarium yang terletak di tepi Sungai Thames, tidak jauh dari Gedung Parlemen Inggris. Akuarium yang dikelola Merlin Entertainments ini pertama kali membuka pameran penguinnya pada Mei 2011.

Para aktivis kesejahteraan hewan menilai, ruang hidup penguin tersebut terlalu kecil dan tidak mendukung perilaku alami mereka. “Koloni kecil ini hidup di ruang sempit yang tidak memenuhi kebutuhan fisik maupun sosial, serta tidak memungkinkan mereka menunjukkan perilaku alaminya,” demikian isi petisi yang telah ditandatangani lebih dari 37.000 orang.

Menurut mereka, area selam yang disediakan hanya memiliki kedalaman sekitar 6-7 kaki. Area yang jauh dari kemampuan menyelam penguin Gentoo di alam liar yang bisa mencapai 600 kaki.

Surat yang ditandatangani oleh lebih dari 70 anggota parlemen itu dikirim ke Departemen Lingkungan, Pangan, dan Urusan Pedesaan (DEFRA). Mereka meminta pemerintah meninjau kemungkinan memindahkan para penguin ke fasilitas yang lebih sesuai dengan kebutuhan perilaku, ekologi, dan fisiologi mereka.

Anggota parlemen dari Partai Buruh, David Taylor, yang mengoordinasikan surat tersebut mengatakan,

“Tidak pantas bagi Inggris memperlakukan penguin seperti itu, terjebak di ruang bawah tanah tanpa cahaya alami atau udara segar. Tidak ada hewan yang seharusnya hidup dengan cara demikian, seolah-olah hak mereka ditukar demi keuntungan finansial.”

Senada dengan Taylor, anggota parlemen dari Partai Liberal Demokrat Danny Chambers menyebut kondisi penguin itu “sama sekali tidak dapat diterima.”

“Mereka tidak mendapat udara segar, cahaya alami, dan ruang yang cukup untuk berkembang,” ujarnya.

Kampanye untuk memindahkan penguin dan menghentikan program pembiakan di akuarium itu semakin mendapat dukungan publik dalam beberapa bulan terakhir. Penyiar dan aktivis lingkungan Chris Packham bahkan turut hadir dalam aksi protes di luar akuarium bulan lalu, menyebut kondisi tersebut “benar-benar menjijikkan.”

“Hal ini tidak boleh dibiarkan terus terjadi,” kata Packham, yang juga menulis di media sosial bahwa seekor penguin bernama Polly telah hidup di tempat itu selama lebih dari 14 tahun.

Menanggapi kritik tersebut, juru bicara Merlin Entertainments’ Conservation, Welfare & Education menegaskan tim mereka beranggotakan para ahli yang memastikan kesejahteraan hewan-hewan di sana.

“Fasilitas ini dirancang bersama dokter hewan dan pakar penguin. Lokasinya berada di lantai dasar, bukan di ruang bawah tanah,” jelasnya.

Ia menambahkan, melepaskan penguin ke alam liar tidak aman. Pasalnya mereka telah hidup seluruhnya dalam pengasuhan manusia.

“Ini isu kompleks. Kami selalu mengambil keputusan berdasarkan yang terbaik bagi hewan,” katanya.

Sementara itu, juru bicara DEFRA menyatakan kepada CNN, “Pemerintah berkomitmen menjaga standar tertinggi kesejahteraan hewan. Kami baru saja melakukan pembaruan besar terhadap regulasi kebun binatang untuk memperkuat perlindungan bagi semua satwa, termasuk penguin Gentoo.” (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya