Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Perdamaian di Palestina Jadi Kemenangan Diplomasi Indonesia

Rahmatul Fajri
16/10/2025 10:28
Perdamaian di Palestina Jadi Kemenangan Diplomasi Indonesia
Ilustrasi(BPMI Setpres)

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri pertemuan bersejarah di Sharm el-Sheikh, Mesir, yang menghasilkan penandatanganan kesepakatan damai dan penghentian perang di Palestina, khususnya di Gaza. Pertemuan tingkat tinggi ini dihadiri oleh sejumlah pemimpin negara-negara penting dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang secara khusus menyebut Presiden Prabowo sebagai a very incredible man of Indonesia, dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi sebagai tuan rumah.

Pertemuan bersejarah ini turut dihadiri oleh Presiden Prancis, Raja Bahrain, Raja Yordania, Perdana Menteri Italia, Presiden Turki, Emir Qatar, Emir Kuwait, serta Perdana Menteri Inggris, Spanyol, dan Pakistan, bersama dengan sejumlah pemimpin negara lainnya.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan kehadiran Indonesia dalam forum ini menunjukkan bahwa negara semakin dihormati dan diperhitungkan di kancah internasional.

"Ini adalah momentum yang sangat baik bagi Indonesia,” ujar Teddy, melalui keterangannya, Kamis (16/10).

Teddy mengatakan Presiden Prabowo memiliki perhatian khusus terhadap isu Palestina dan Timur Tengah. Komitmen Indonesia diwujudkan melalui dua pendekatan utama. Pertama, diplomasi aktif. Presiden Prabowo secara konsisten menyuarakan dukungan Indonesia dalam forum-forum internasional, termasuk menyatakan komitmen Indonesia untuk mendukung gencatan senjata yang komprehensif dan permanen sebagai langkah penting menuju solusi nyata dan perdamaian sejati antara Israel dan Palestina.

Kedu, aksi nyata. Indonesia telah melakukan berbagai tindakan konkret, antara lain mengirimkan lebih dari 100 tenaga kesehatan dan dokter ke Palestina, mengundang lebih dari 60 anak-anak Palestina untuk belajar di Universitas Pertahanan saat Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan, mengirimkan bantuan kemanusiaan dan kapal rumah sakit serta melakukan empat kali pengiriman bantuan logistik melalui pesawat dengan sistem drop off.

Teddy menekankan bahwa pengiriman bantuan melalui udara bukanlah hal yang mudah, karena memerlukan izin dari berbagai negara yang wilayah udaranya dilalui. “Ini butuh diplomasi yang kuat dan kedekatan pribadi dengan pimpinan-pimpinan di negara tersebut,” jelasnya.

Teddy menegaskan bahwa kehadiran Indonesia dalam pertemuan ini menandai peran aktif negara dalam proses perdamaian. “Indonesia di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo tidak menjadi penonton, tapi kita turut serta menjadi salah satu penentu dan salah satu pencetak sejarah dalam perdamaian di Timur Tengah khususnya di Palestina,” ujarnya. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya