Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan dukungannya terhadap rencana perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri perang di Gaza. Ia menilai proposal itu sejalan dengan tujuan perang yang ditetapkan kabinet keamanan Israel, meski sejumlah poin masih menimbulkan perbedaan pandangan.
Dalam konferensi pers bersama Trump di Gedung Putih, Netanyahu menegaskan lima sasaran utama perang Israel: pemulangan seluruh sandera, perlucutan senjata Hamas, demiliterisasi Gaza, pengawasan keamanan Israel termasuk perimeter keamanan jangka panjang, serta pemerintahan sipil di Gaza yang tidak dipimpin Hamas maupun Otoritas Palestina (PA).
Meski demikian, belum jelas apakah seluruh tujuan tersebut benar-benar terpenuhi melalui rencana 20 poin yang dirilis Gedung Putih. Pasalnya, dokumen itu membuka peluang keterlibatan PA yang direformasi dalam tata kelola Gaza, serta menyebut adanya “jalur kredibel menuju penentuan nasib sendiri dan kenegaraan Palestina.”
Hal ini bertentangan dengan sikap resmi Israel. Hanya beberapa hari lalu di PBB, Netanyahu menyebut gagasan negara Palestina sebagai “kegilaan total.”
Selain itu, Netanyahu juga menegaskan Israel akan tetap mempertahankan perimeter keamanan di sekitar Gaza untuk jangka panjang. Padahal, rencana Trump justru menekankan penarikan bertahap pasukan Israel dan penyerahan otoritas keamanan kepada pasukan internasional.
Menurut sumber di Israel, Netanyahu akan segera bertemu dengan sekutu politik sayap kanan, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, untuk membahas proposal tersebut.
Keduanya sejak awal menentang keterlibatan PA maupun pembahasan kenegaraan Palestina. Smotrich bahkan menegaskan “syarat non-negosiasi” yang menolak kehadiran PA di Gaza, baik sekarang maupun di masa depan.
Netanyahu diperkirakan akan menyampaikan ia meragukan Hamas akan menerima rencana perdamaian itu. Sikap skeptis tersebut, menurut sumber yang sama, bisa memberi alasan bagi Israel untuk melanjutkan operasi militernya.
Dengan dukungan terbatas dan adanya perbedaan visi antara Israel, AS, dan sekutu politik Netanyahu, masa depan rencana perdamaian Gaza ini masih penuh tanda tanya. Bagi sebagian pihak, proposal Trump bisa menjadi peluang untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir dua tahun. Namun, bagi kalangan politik sayap kanan Israel, isi rencana itu dianggap mengancam kepentingan strategis negara. (CNN/Z-2)
Hanya beberapa hari setelah pelantikan Presiden Donald Trump pada Januari 2025, serangkaian insiden kecelakaan pesawat fatal mengguncang kepercayaan publik terhadap sistem
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump melontarkan tudingan keras kepada Presiden Israel Isaac Herzog terkait janji pengampunan bagi Benjamin Netanyahu yang disebut tidak pernah ditepati.
PASAR saham dunia rontok pada Senin (23/3) sementara harga minyak melonjak tajam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan para pemimpin Iran saling lempar ancaman.
Perdana Menteri Keir Starmer dan Donald Trump bahas krisis Selat Hormuz. Harga minyak melonjak ke US$106 per barel akibat blokade Iran.
Krisis energi hebat melanda Kuba. 10 juta orang tanpa listrik, demonstrasi pecah di Havana hingga pembakaran markas partai di tengah tekanan blokade AS.
Presiden Donald Trump instruksikan agen ICE bantu pengamanan di bandara AS mulai Senin. Langkah ini menuai kritik tajam dari serikat pekerja TSA dan Demokrat.
Sejumlah negara Muslim, Otoritas Palestina, dan pemimpin Eropa menyambut rencana perdamaian Donald Trump untuk Gaza.
Islamic Jihad mengecam rencana perdamaian Donald Trump untuk Gaza, menyebutnya sebagai “resep ledakan regional”.
Tony Blair menyebut rencana perdamaian Gaza ala Donald Trump sebagai langkah “berani dan cerdas” yang bisa akhiri perang dan penderitaan.
Donald Trump menantang Palestina untuk menerima rencana perdamaian Gaza.
Gedung Putih merilis rencana damai 20 poin untuk akhiri perang Gaza.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved