Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
NAVI Pillay, mantan hakim Afrika Selatan yang pernah memimpin pengadilan internasional untuk genosida Rwanda 1994, menegaskan bahwa ia melihat kesamaan antara tragedi di Rwanda dan situasi di Gaza. Ia berharap suatu hari para pemimpin Israel dapat dimintai pertanggungjawaban di pengadilan.
Menurut Pillay, keadilan memang berjalan lambat, namun bukan mustahil. Ia mengingatkan pengalaman pribadinya saat menyaksikan bagaimana rezim apartheid di Afrika Selatan akhirnya tumbang.
Komisi Penyelidikan Internasional Independen (COI) yang dipimpin Pillay merilis laporan pada Selasa lalu. Dokumen itu menyatakan bahwa genosida sedang berlangsung di Gaza, sebuah kesimpulan yang langsung dibantah Israel.
Dalam laporan tersebut, Presiden Israel Isaac Herzog, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant disebut telah menghasut terjadinya genosida. Israel menolak tuduhan itu dan menyebut laporan tersebut keliru serta tidak berimbang.
Sebagai ketua Pengadilan Kriminal Internasional untuk Rwanda, Pillay mengatakan bahwa pengalaman menyaksikan rekaman pembunuhan dan penyiksaan warga sipil meninggalkan luka seumur hidup. Menurutnya, metode yang dipakai di Gaza memiliki kemiripan dengan pola genosida Rwanda, di mana etnis Tutsi kala itu dijuluki kecoak.
Ia menilai retorika para pemimpin Israel, termasuk menyebut warga Palestina sebagai binatang merupakan bentuk dehumanisasi yang membuka jalan bagi pembenaran kekerasan.
Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan Gallant atas dugaan kejahatan perang. Namun, Pillay menegaskan bahwa ICC tidak memiliki aparat kepolisian sendiri, sehingga penangkapan sulit dilakukan.
Kendati begitu, ia percaya tekanan publik dapat membawa perubahan, sebagaimana yang terjadi di negaranya ketika sistem apartheid runtuh.
Pillay, yang kini berusia 83 tahun, sudah terbiasa menangani kasus-kasus besar sejak masa apartheid. Ia menerima mandat memimpin COI empat tahun lalu, meski sejak itu kerap dituduh bias dan antisemitisme.
Menurutnya, tantangan terberat adalah menyaksikan bukti video dari lapangan, termasuk kekerasan seksual terhadap perempuan serta pelecehan terhadap tenaga medis. Ia menggambarkan pengalaman itu sebagai sangat traumatis.
Menjelang akhir masa tugasnya pada November, Pillay mengatakan komisinya berencana menyusun daftar tersangka pelaku pelanggaran di Gaza, termasuk menyelidiki peran negara-negara yang mendukung Israel. Ia juga memastikan telah menyiapkan laporan untuk disampaikan di Majelis Umum PBB di New York. (Arab News/Fer/I-1)
Suzie Sudarman menegaskan Laporan Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB (COI) tidak akan berdampak signifikan terhadap situasi di lapangan.
Penyelidik PBB menuding Israel melakukan genosida di Gaza dengan tujuan menghancurkan warga Palestina dan menyalahkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
ARAB Saudi menyatakan dukungan terhadap laporan yang dikeluarkan penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang menyimpulkan bahwa Israel bertanggung jawab atas genosida di Gaza.
ORGANISASI nonpemerintah hak asasi manusia Arab mengajukan permohonan agar Inggris menjatuhkan sanksi terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
DEWAN Gereja Sedunia (WCC) menyerukan Uni Eropa untuk menjatuhkan sanksi dan embargo senjata terhadap Israel atas perang genosida di Jalur Gaza.
ISRAEL akan melarang 37 lembaga bantuan beroperasi di Gaza setelah mengeklaim tanpa bukti bahwa staf mereka mungkin memiliki hubungan dengan kelompok militan.
PENGADILAN rakyat internasional yang meneliti konflik di Gaza menyatakan Israel bersalah telah melakukan genosida terhadap rakyat Palestina
Laporan PBB menyebut lebih dari 60 negara terlibat dalam kejahatan kolektif yang memungkinkan terjadinya genosida Israel terhadap warga Palestina di Gaza
PIDATO Presiden Prabowo Subianto di Sidang Majelis Umum PBB pada 23 September 2025 membuka babak baru dalam sejarah diplomasi Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved