Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS di Sydney sedang menyelidiki apakah bahan peledak yang ditemukan di sebuah karavan dimaksudkan untuk serangan antisemitisme. Bahan peledak tersebut dapat menyebabkan ledakan seluas 40 meter dan "kerusakan signifikan," kata polisi, Rabu, menambahkan ancaman tersebut telah dikendalikan.
Sebuah catatan ditemukan di dalam karavan yang berisi pesan-pesan antisemitisme, kata penyelidik.
"Ini adalah penemuan dari potensi peristiwa dengan korban massal," kata Perdana Menteri New South Wales, Chris Minns.
Wakil Komisaris Polisi New South Wales, David Hudson, mengatakan karavan itu ditemukan pada 19 Januari di Dural, sebuah pinggiran kota di barat laut Sydney. Penyelidikan ini menjadi publik, Rabu, setelah rinciannya bocor ke media.
"Terdapat beberapa indikasi bahwa bahan peledak tersebut mungkin akan digunakan dalam bentuk serangan antisemitisme," kata Hudson, namun ia tidak ingin membahas kemungkinan targetnya.
Ia mengatakan petugas telah "mengurangi risiko sebanyak mungkin," tetapi menegaskan, "Saya tidak mengatakan itu telah dieliminasi. Saya mengatakan itu telah dikurangi."
"Itulah salah satu alasan mengapa kami berbicara hari ini, untuk mengimbau masyarakat agar waspada terhadap apa yang mereka lihat dan dengar terkait antisemitisme di komunitas kami."
Sebuah penyelidikan yang melibatkan Polisi Federal Australia (AFP) telah diluncurkan.
Pada Kamis, Perdana Menteri Anthony Albanese mengatakan kepada ABC Radio Sydney ancaman tersebut "jelas dirancang untuk merugikan orang" dan "menimbulkan ketakutan di masyarakat."
Ia mengatakan setuju dengan Perdana Menteri Chris Minns yang menggambarkannya sebagai "terorisme."
Namun, hingga saat ini, NSW Police belum menetapkannya sebagai terorisme.
Sebelumnya, Albanese mengatakan Polisi New South Wales "menahan orang" dan bekerja sama dengan tim AFP yang menyelidiki kejahatan antisemitisme yang disebut Operasi Khusus Avalite. Minns mengatakan ancaman ini akan "diatasi dengan sumber daya penuh dari pemerintah."
Penemuan ini menyusul serangkaian serangan antisemitisme di Australia dalam beberapa bulan terakhir.
Pada Kamis, polisi mengatakan sebuah sekolah Yahudi di pinggiran timur Sydney telah dirusak dengan grafiti antisemitisme.
Pada Desember, para jamaah terpaksa melarikan diri ketika sinagoga Adass Israel di Melbourne dibakar.
Awal bulan ini, sebuah pusat perawatan anak di Sydney dibakar dan disemprot dengan pesan-pesan antisemitisme. (BBC/Z-3)
PEMAKAMAN bagi sebagian korban tewas dalam penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, digelar Rabu (17/12). Kepolisian setempat resmi mengajukan dakwaan pembunuhan pada pelaku
SEORANG warga sipil Australia bernama Ahmed al Ahmed menuai pujian. Sebab tanpa memikirkan nyawa, ia berani melucuti senjata pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney. Ini sosok Ahmed
Sebelum bertindak menghentikan penembakan di Pantai Bondi, Ahmed sempat berpikir bahwa keputusannya akan berujung pada kematian. Ia bahkan menyampaikan pesan terakhir kepada keluarganya.
Salah satu donatur terbesar datang dari miliarder Amerika Serikat Bill Ackman yang menyumbangkan dana sebesar AUS$99.999 atau sekitar Rp1,1 miliar kepada Ahmed Al Ahmed.
AKSI berani Al Ahmed warga Australia mendapat pujian luas. Dia melucuti senjata salah satu pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Australia. Publik menggalang dana untuknya
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump memberikan pujian kepada Ahmed al Ahmed, warga sipil Australia yang merebut senjata api dari salah satu pelaku penembakan massal di Pantai Bondi Sydney
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved