Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PELANTIKAN Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dibayangi kasus hukum. Trump tercatat sebagai presiden pertama yang dinyatakan bersalah dalam tindakan kriminal.
Diketahui, juri di New York memutuskan Trump bersalah atas 34 dakwaan pemalsuan catatan bisnis, yang berhubungan dengan pembayaran uang tutup mulut kepada Stormy Daniels, seorang aktor film dewasa, untuk menutupi skandal saat kampanye presiden 2016.
Keputusan ini menggarisbawahi prinsip bahwa tidak ada yang kebal dari hukum, termasuk tokoh politik terkenal. Perwakilan Jerry Nadler dari Partai Demokrat menyebutnya sebagai "penegasan supremasi hukum." Namun, vonis ini memunculkan pro dan kontra di kalangan publik yang terpecah mengenai Trump.
Kasus ini menambah panjang deretan kontroversi dalam perjalanan politik Trump. Berbeda dengan Presiden Richard Nixon yang mundur karena skandal Watergate, Trump tetap maju, bahkan menjadi calon kuat untuk pemilu 2024. Setelah putusan diumumkan, kampanyenya mencatatkan lonjakan donasi hampir US$35 juta, menandakan dukungan yang kuat dari para pendukungnya.
Meena Bose, profesor ilmu politik di Universitas Hofstra, menilai Trump telah membangun citra sebagai calon yang "berbeda". Pasanya Trump berhasil bertahan menghadapi berbagai skandal, termasuk dua kali pemakzulan, tanpa kehilangan dukungan yang berarti. Namun, vonis ini tetap menjadi ujian bagi pemilih untuk menilai sejauh mana perilaku Trump yang kontroversial bisa diterima.
Kala itu Trump maju meski mengadapi tuntutan penjara 4 tahun. Sidang vonis yang saat itu dijadwalkan 11 Juli, hanya beberapa hari sebelum Konvensi Nasional Partai Republik, di mana Trump diperkirakan akan dicalonkan secara resmi.
Meskipun berstatus terpidana, Trump tetap dapat mencalonkan diri untuk posisi presiden. Hal ini memunculkan debat mengenai kelemahan sistem politik AS dalam memastikan presiden yang sedang menjabat mematuhi hukum. Gregor Germain, profesor hukum di Universitas Syracuse, menyatakan kekhawatirannya jika Trump memanfaatkan posisinya untuk kepentingan pribadi jika terpilih kembali.
Vonis ini memberikan momen refleksi bagi sistem hukum AS. Jaksa Wilayah Manhattan, Alvin Bragg, menegaskan bahwa persidangan ini dilakukan berdasarkan fakta dan hukum tanpa keberpihakan. Namun, pengacara Trump mengklaim klien mereka tidak mendapatkan pengadilan yang adil, dengan menuding adanya publisitas yang berlebihan sebelum persidangan.
Meski kontroversial, vonis terhadap Trump menandai perubahan signifikan dalam sejarah politik AS. Ini mengingatkan bahkan pemimpin yang paling berkuasa sekalipun harus mempertanggungjawabkan tindakannya. Namun, bagaimana putusan ini akan mempengaruhi dinamika politik AS, terutama menjelang pemilu 2024, masih menjadi tanda tanya besar. (courthousenews/Z-3)
USKUP Agung Katolik untuk dinas militer AS mengatakan bahwa secara moral dapat diterima untuk tidak mematuhi perintah jika pasukan menganggap perintah bertentangan dengan hati nurani mereka.
Lonjakan harga emas dunia yang menembus level psikologis USD 4.700 per troy ons dipicu oleh pernyataan kontroversial Presiden AS Donald Trump.
USULAN Dewan Perdamaian Presiden AS Donald Trump dimulai dengan kurang baik. Presiden Prancis Emmanuel Macron segera menolak undangan menjadi anggota dewan tersebut.
PRESIDEN Donald Trump memperjelas selama berbulan-bulan bahkan mungkin bertahun-tahun bahwa ia termotivasi secara unik oleh keinginan untuk memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian.
Sambil memuji Denmark dan para pemimpinnya, Trump mengatakan, bahwa Denmark adalah negara yang luar biasa dan saya tahu para pemimpinnya juga baik
Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mengungkap alasan di balik sikap agresifnya terhadap Greenland.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved