Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menghadiri Pertemuan ke-3 Para Utusan Khusus untuk Afghanistan atau disebut Doha III di Qatar, Senin (1/7), untuk antara lain membahas pembangunan ekonomi Afghanistan.
Pertemuan yang merupakan kelanjutan dari Doha I pada Mei 2023 dan Doha II pada Februari 2024 ini diinisiasi oleh Sekretaris Jenderal PBB dengan Qatar sebagai tuan rumah guna membahas tindak lanjut independent assessment Sekjen PBB guna membantu rakyat Afghanistan keluar dari krisis multidimensi yang saat ini dihadapi.
"Untuk pertama kalinya, di pertemuan Doha III ini, hadir otoritas de facto atau de facto authority (DFA) di Afghanistan, yaitu Taliban," kata Retno dalam transkrip keterangan pers yang disampaikan Kemlu RI, Senin (1/7).
Baca juga : RI Minta Pemerintah Taliban Cegah Afghanistan Jadi Sarang Teroris
Meski demikian, Retno menekankan partisipasi Taliban dalam pertemuan itu sama sekali tidak terkait dengan pengakuan terhadap mereka dari komunitas internasional.
"Melainkan merupakan sebuah upaya agar dialog inklusif dengan semua stakeholders di Afghanistan, termasuk dengan DFA, dapat dilakukan, termasuk dialog terkait hak-hak perempuan dalam konteks pendidikan dan pekerjaan," ujarnya.
Selain tukar pandangan mengenai isu yang sifatnya lebih umum, selama pertemuan Doha III juga dibahas dua topik utama, yaitu Enabling the Private Sector, yang banyak bicara mengenai masalah ekonomi dan Counter Narcotics: Sustaining Progress Made.
Baca juga : Norwegia Dukung Indonesia Damaikan Myanmar dan Afghanistan
Pertemuan itu disebut Retno berlangsung dengan sangat terbuka dan konstruktif. Para delegasi menyampaikan komitmen untuk menjadikan kepentingan rakyat Afghanistan sebagai fokus kerja sama.
"Beberapa hal yang mengemuka dalam pertemuan, antara lain bahwa pertemuan menyadari adanya beberapa kemajuan di Afghanistan, misalnya terkait dengan masalah keamanan," tuturnya.
Para delegasi dalam pertemuan tersebut mengapresiasi kebijakan poppy ban atau larangan menanam opium di Afghanistan, yang telah menurunkan 95% cultivation of opium di Afghanistan.
Baca juga : Kunjungi Doha, Retno Minta Dunia Perhatikan Nasib Perempuan Afghanistan
"Kita tahu bahwa tantangan dari kebijakan ini adalah bagaimana menyiapkan mata pencarian alternatif bagi para petani yang sebelumnya menanam opium. Oleh karena itu, kegiatan ekonomi harus dipersiapkan sehingga para petani tidak kembali menanam opium atau melakukan kegiatan illicit drugs trafficking," ungkap Retno.
Pertemuan Doha III dipimpin Wakil Sekjen PBB untuk Urusan Politik dan Pembangunan Perdamaian Rosemary DiCarlo dan dihadiri Taliban sebagai DFA di Afghanistan.
Pertemuan itu juga diikuti perwakilan dari 25 negara, antara lain, Amerika Serikat (AS), Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Korea Selatan, India, Tiongkok, Jerman, Tajikistan, Uzbekistan, Kanada, Norwegia, Rusia, Turki, Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, serta dihadiri pula oleh sejumlah organisasi internasional, antara lain PBB, Uni Eropa, Organisasi Kerja Sama Islam, dan Asian Development Bank. (Ant/Z-1)
Pemulangan 96 Warga Negara Indonesia/Pekerja Migran Indonesia (WNI/PMI) dari Arab Saudi dilakukan sebagai bagian dari upaya pelindungan negara.
Kemlu terus berupaya memantau situasi keamanan secara intensif dan meminta seluruh WNI untuk meningkatkan kewaspadaan.
INDONESIA memeroleh kepercayaan dari komunitas internasional untuk memainkan peran sentral dalam isu hak asasi manusia global.
PEMERINTAH Indonesia tidak menyebut nama Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat menanggapi operasi militer yang menyebabkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Kemenlu RI menegaskan bahwa perwakilan Indonesia di Australia terus memantau situasi.
Kemenlu RI belum menerima informasi resmi yang mengonfirmasi adanya WNI yang terdampak dalam peristiwa tersebut.
Dia memuji satu demi satu para Wamenlu sesuai dengan bidang pekerjaannya masing-masing. Seperti dalam tanggung jawab dalam kerja sama dengan negara-negara Islam.
UTUSAN Khusus PBB untuk Isu Air, Retno Marsudi, menerima penghargaan sebagai Champion untuk isu investasi air dari Pemerintah Afrika Selatan.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan internasional atas peran Retno Marsudi sebagai Utusan Khusus Sekjen PBB pertama untuk isu air
Retno Marsudi menuturkan, nilai-nilai patriotisme dan penerapan Pancasila diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Meski memiliki latar belakang bukan dari diplomat, Sugiono berjanji akan meneruskan perjuangandan prestasi-prestasi yang telah diraih pendahulunya, Retno Marsudi.
Menlu Sugiono akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-16 BRICS di Kazan, Rusia, pada 22-24 Oktober mendatang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved