Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SALMAN Rushdie, penulis kontroversial asal India, menjadi korban penusukan di sebuah gelar wicara di Chautauqua, New York, Jumat (12/8). Pelaku diidentifikasi polisi sebagai Hadi Matar, 24, asal New Jersey. Hingga kini, motivasi penyerangan belum dapat diidentifikasi, beber polisi setempat.
Bukan hanya Salman yang menjadi korban dalam insiden tersebut, moderator acara, Henry Reese, 73, juga mengalami luka di bagian wajahnya, yang berasal dari pisau pelaku. Namun, Henry dikabarkan sudah pulih dan telah meninggalkan rumah sakit.
Rushdie, keturunan India beragama Islam, yang memproklamirkan dirinya sebagai “Ateis garis keras”, menjadi terkenal setelah penerbitan bukunya berjudul The Satanic Verse, yang diterbitkan pertama kali pada September 1988.
Baca juga: Pelaku Penusukan Salman Rushdie Ditangkap
Novelnya menjadi sangat terkenal, bahkan di tahun yang sama, Rushdie berhasil memenangkan Penghargaan Whitebread sebagai novel terbaik tahun itu, di Inggris.
Namun, novel Salman mendapat kecaman di negara negara mayoritas Muslim, seperti Pakistan, dan Iran.
The Satanic Verse dianggap menghina Nabi Muhammad dan istrinya. India menjadi negara pertama yang melarang penjualan novel tersebut, lalu disusul Pakistan, pada November 1988.
Selain mendapat kecaman, umat muslim juga mengaungkan protes besar besaran. Pada Februari 1989, 10.000 orang melangsungkan protes di Islamabad, Pakistan, di Pusat kultur Amerika Serikat, di Kedutaan Inggris di Pakistan, di pusat kota Paris, dan juga di London.
Protes besar-besaran ini kemudian, direspon oleh pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini, pada 1989, berupa fatwa bagi umat Muslim untuk membunuh Rushdie.
Kondisi itu membuat Rushdie menyembunyikan keberadaannya selama bertahun tahun dan selalu membawa penjaga pribadi kemana pun dia berada, ungkap The Washington Post.
Kolega Salman yang bekerja menjadi penerjemah bukunya juga menjadi korban penyerangan. Hitoshi Igarashi, asal Jepang, terbunuh pada 13 Juli 1991.
Selain itu, Ettore Capriole, penerjemah novel asal Italia juga menjadi korban penyerangan, 10 hari pascakematian Hitoshi. Ettore selamat dari penyerangan tersebut.
Pada 2016, suksesor dari Ayatollah Ruhollah Khomeini, Ali Khamenei, mengatakan fatwa untuk membunuh Salman masih berlaku, karena yang bisa mencabut fatwa tersebut hanya yang memberikannya.
Pada 2016, media negara Iran, membuat sebuah sayembara, bagi siapa yang bisa membunuh Salman akan diberi hadiah sebesar US$3 juta atau dengan kurs saat ini adalah Rp43 miliar. (OL-1)
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Buku Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa disusun untuk memberikan perspektif luas mengenai tumpeng sebagai bagian dari kebudayaan.
Dalam memoarnya, Aurelie Maoeremans menceritakan bahwa pertemuannya dengan sosok "Bobby" terjadi saat ia masih berusia 15 tahun di sebuah lokasi syuting iklan.
Sekjen BPP Hipmi Anggawira menghadirkan dua buku yang membahas seputar arah kebijakan ekonomi Indonesia dalam menghadapi dinamika global.
Data BPS dalam Survei Sosial Ekonomi pada Maret 2024, sekitar 22,5 juta orang atau 8,23% penduduk Indonesia menyandang disabilitas.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
Hadi Matar, pria asal New Jersey yang menikam penulis Salman Rushdie di atas panggung pada tahun 2022, dinyatakan bersalah atas percobaan pembunuhan dan penyerangan.
Salman Rushdie kehilangan salah satu matanya dalam serangan pisau yang dilakukan seseorang yang hadir dalam acaa jumpa penggemar di New York pada 2022.
"Saya mengalami kesulitan yang amat sangat untuk menulis. Ketika saya duduk untuk menulis, tidak ada yang muncul, Saya menulis namun yang muncul hanya kosong dan sampah."
Majalah The New Yorker menerbitkan cukilan secara daring berjudul A Sackful of Seeds dari novel ke-15 Rushdie, yang berjudul Victory City, yang dijadwalkan terbit pada Februari mendatang.
"Dia kehilangan penglihatan di salah satu matanya. Dia mengalami tiga luka serius pada leher. Salah satu tangannya tidak berfungsi karena syarafnya terpotong."
Hadi Matar menusuk Rushdie berulang kali di leher dan perut sehingga penulis Inggris itu berada dalam kondisi kritis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved