Kamis 21 Juli 2022, 15:10 WIB

Pengamat Minta Waspadai Propaganda Rusia sejak 2016

Mediaindonesia.com | Internasional
Pengamat Minta Waspadai Propaganda Rusia sejak 2016

AFP/Olga Maltseva.
Matahari terbit di balik puncak menara Katedral Peter and Paul di Saint Petersburg, Rusia, pada awal 21 Juli 2022.

 

PROPAGANDA Rusia di Indonesia mulai terjadi sejak 2016 melalui Russia Beyond The Headlines Indonesia yang dijalankan oleh organisasi nirlaba otonom TV-Novosti bentukan kantor berita milik negara Rusia (RIA) Novosti.

Russia Beyond The Headlines Indonesia ialah versi bahasa Indonesia dari Russia Beyond The Headlines. Ini proyek buatan harian Rossiyska Gazeta pada 2007 yang kemudian diambil alih oleh TV Novosti pada 2017. 

Pada 2018, Russia Beyond The Headlines Indonesia masuk dalam pusaran perhatian masyarakat Indonesia setelah terlibat dalam debat kusir tentang Putin antara politikus Partai Gerindra, Fadli Zon, dan politikus Partai Solidaritas Indonesia, Tsamara Amany.

Menurut Radityo Dharmaputra, seorang dosen di Departemen Hubungan Internasional Universitas Airlangga, propaganda Rusia menggunakan unsur Islam dan disajikan kepada masyarakat melalui Russia Beyond The Headlines dalam bahasa Indonesia. Dia memaparkan rakyat Indonesia sangat sensitif terhadap isu yang berkaitan dengan agama Islam dan Rusia telah memanfaatkan ini sejak tahun 2016. 

Rusia menginvasi Suriah pada 2016 setelah berbagai komunitas Islam melakukan demonstrasi anti-Rusia besar-besaran. 
"Setelah itu, kedutaan Rusia dan RBTH sengaja mengincar (pembaca) kaum Muslim. Hingga saat ini, Rusia memberikan banyak beasiswa dan mendanai program studi Rusia di Indonesia," tutur Junior Research Fellow di Universitas Tartu, Estonia, yang meneliti pengaruh Rusia di Indonesia itu. 

Baca juga: Rusia Perluas Serangan, AS Kirim 4 Himars ke Ukraina

Banyak lulusan dari program studi tersebut, lanjutnya, menyebarkan propaganda Rusia tentang Islam dan Barat kemudian secara aktif mendukung retorika kedutaan Rusia selama perang ini berlangsung. Strategi ini digunakan karena dengan menggaet pembaca Islam dari usia muda akan didapatkan persinggungan dukungan yang diberikan oleh lebih dari 200 juta umat Islam Indonesia terhadap Palestina. Kondisi itu diperkuat oleh peran media lokal sehingga memperkuat diskursus masyarakat tentang standar ganda serta perbandingan keterlibatan Barat dan Amerika Serikat dalam situasi di Ukraina.

Pendapat hampir serupa diungkapkan Endy M. Bayuni, mantan Pemimpin Redaksi The Jakarta Post, anggota Dewan Pengawas Facebook yang menilai kebijakan AS dalam konflik Israel-Palestina turut andil dalam sentimen anti-Amerika di kalangan masyarakat Indonesia. (RO/OL-14)

Baca Juga

AFP

Ukraina Minta Indonesia Bantu Muslim Tatar yang Menderita akibat Serangan Rusia

👤Ant 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 22:14 WIB
Menurut Hamianin, Muslim Tatar mendapat tekanan dari...
AFP/Lillian Suwanrumpha.

Ulama Top Taliban Tewas akibat Bom Bunuh Diri

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 22:07 WIB
Rahimullah Haqqani, yang baru-baru ini berbicara di depan umum mendukung anak perempuan diizinkan bersekolah, telah selamat dari setidaknya...
AFP/Gints Ivuskans.

Parlemen Latvia Tetapkan Rusia sebagai Negara Sponsor Terorisme

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 21:11 WIB
Anggota parlemen Latvia pada Kamis (11/8) menyatakan Rusia sebagai negara sponsor...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya