Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri (PM) Inggris Boris Johnson diperkirakan akan mengundurkan diri dari posisinya sebagai pemimpin partai konservatif. Pengunduran dirinya akan dilakukan hari ini, Kamis (7/7) waktu setempat.
Kabar itu diungkapkan Pemimpin Partai Buruh Keir Starmer. Dia menyebutnya sebagai kabar baik bahwa Johnson akan mundur dari jabatan di partainya menyusul kasus pelecehan seksual dan pengunduran diri sejumlah pembantunya di kekuasaan.
"Tetapi yang dibutuhkan adalah perubahan pemerintahan yang tepat," ungkapnya.
Menteri Utama Skotlandia Nicola Sturgeon telah mempertanyakan posisi Johnson sebagai PM. Namun jabatannya sebagai pemimpin partai konservatif akan membuka jalan bagi penggantinya menjadi PM Inggris berikutnya.l
Sikap Johnson itu menyusul puluhan menterinya mundur dari pemerintahan. "Boris Johnson akan mengundurkan diri sebagai pemimpin konservatif hari ini. Namun dia akan terus menjabat sebagai perdana menteri hingga musim gugur," ungkap editor politik BBC Chris Mason.
Ia menambahkan, persaingan kepemimpinan di partai Johnson akan berlangsung musim panas ini dan pemenangnya akan menggantikan Johnson pada Oktober. (OL-8)
KABAR bohong atau hoaks mengenai pemberlakuan penguncian wilayah (lockdown) di Kent, Inggris, mulai Mei 2026 akibat wabah meningitis, beredar luas di media sosial.
Wabah meningitis MenB di Inggris terkait klaster kampus. Kenali gejala awal, cara penularan, dan langkah pencegahannya.
UKHSA melaporkan 29 kasus penyakit meningokokus di Kent, Inggris, dengan dua korban jiwa. Otoritas kesehatan terus lakukan vaksinasi dan pemberian antibiotik.
TIM perencana militer dari Inggris dilaporkan tengah bekerja sama dengan militer Amerika Serikat (AS) untuk menyusun langkah membuka kembali Selat Hormuz.
Pemerintah AS menginginkan Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Australia, Kanada, yordania, Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara Teluk untuk bergabung dalam koalisi tersebut.
Presiden AS Donald Trump memicu kontroversi dengan menyeret NATO ke konflik Selat Hormuz. Jerman dan Inggris ragu, sementara ancaman ranjau Iran kian nyata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved