Kamis 09 Juni 2022, 20:37 WIB

MA Israel Dukung Penjualan Tanah Gereja Jerusalem kepada Pemukim

Mediaindonesia.com | Internasional
MA Israel Dukung Penjualan Tanah Gereja Jerusalem kepada Pemukim

AFP/Hazem Bader.
Pendeta Ortodoks berdiri di depan pintu tertutup Edicule, yang secara tradisional diyakini sebagai situs pemakaman Yesus Kristus.

 

MAHKAMAH Agung Israel memutuskan bahwa kelompok pemukim Yahudi secara legal membeli properti di Jerusalem timur milik Gereja Ortodoks Yunani. Putusan Mahkamah Agung (MA) ini mengakhiri persidangan hampir dua dekade atas properti Kota Tua tersebut.

Organisasi Ateret Cohanim, yang berusaha agar Yahudi Israel mencaplok Jerusalem timur, membeli tiga bangunan dari gereja dalam kesepakatan kontroversial yang dibuat secara rahasia pada 2004. Penjualan tersebut memicu kemarahan warga Palestina dan menyebabkan pemecatan Patriark Irineos I pada tahun berikutnya.

Gereja mengajukan tuntutan terhadap Ateret Cohanim. Gereja mengeklaim properti tersebut diperoleh secara ilegal dan tanpa izin.

Dalam keputusan yang dirilis Rabu (8/6) malam, Mahkamah Agung Israel menolak banding gereja. Putusannya menetapkan bahwa tuduhan keras pelanggaran oleh pihak-pihak yang terlibat dalam penjualan asli tidak terbukti benar.

Baca juga: Warga Palestina Tewas oleh Tembakan Israel di Tepi Barat

Gereja mengecam keputusan itu sebagai tidak adil dan tanpa dasar logika hukum apa pun. Mereka mengutuk Ateret Cohanim sebagai organisasi radikal yang menggunakan metode licik dan ilegal untuk memperoleh realestat Kristen di daerah penting dalam Jerusalem.

Pengacara gereja, Asaad Mazawi, mengatakan kepada AFP, Kamis (9/6), bahwa keputusan itu menandai hari yang sangat menyedihkan. "Kita berbicara tentang sekelompok ekstremis yang ingin mengambil properti dari gereja, ingin mengubah karakter Kota Tua dan ingin menyerang wilayah Kristen," katanya.

Didukung oleh Israel, "Sayangnya mereka berhasil," katanya. Gereja Ortodoks Yunani ialah gereja terbesar dan terkaya di Jerusalem dengan kepemilikan tanah yang luas di sana sejak berabad-abad lalu.

Baca juga: Komisi Penyelidikan PBB: Tidak Cukup dengan Akhiri Pendudukan Israel

Gereja menghadapi tuduhan korupsi berulang kali dan memfasilitasi perluasan permukiman Israel di propertinya. Israel merebut Jerusalem timur dalam Perang Enam Hari pada 1967 dan kemudian mencaploknya dalam langkah yang tidak diakui oleh sebagian besar komunitas internasional. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/TOM HARRISON

Royal Mint Inggris Ungkap Potret Koin Raja Charles III

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 30 September 2022, 14:08 WIB
Royal Mint Inggris pada hari Jumat meluncurkan patung resmi Raja Charles III yang akan muncul di koin setelah aksesi ke...
AFP/ Sean Rayford

Ribuan Orang Terjebak Banjir saat Badai Ian Menghantam Florida

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 30 September 2022, 14:05 WIB
Ribuan warga Florida yang terperangkap di tengah rumah-rumah yang terendam...
AFP/Oliver Contreras

Biden Tegaskan tidak akan Pernah Akui Aneksasi Ukraina oleh Rusia

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 30 September 2022, 09:57 WIB
"Kehendak sebeneranya dari warga Ukraina terlihat jelas setiap hari saat mereka mengorbankan jiwa raga untuk mempertahankan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya