Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG pelajar putri berusia 11 tahun, Rabu (8/6), mengatakan kepada Kongres Amerika Serikat (AS) bahwa dia memoleskan darah teman sekelasnya yang tewas dan berpura-pura mati saat terjadi penembakan di Texas.
Miah Cerrillo, pelajar kelas empat di SD Robb di Uvalde, Texas mengisahkan apa yang dia alami saat 19 temannya dan dua gurunya tewas ditembak oleh seorang remaja, bulan lalu.
Cerrillo mengatakan bagaimana dirinya dan rekan sekelasnya menonton film sebelum mereka bersembunyi di belakang meja guru mereka saat pelaku penembakan masuk ke kelas mereka.
Baca juga: Matthew McConaughey Bicara Soal Penggunaan Senjata Api Bertanggung Jawab di Gedung Putih
"Dia mengucapkan selamat malam kepada guru saya dan menembak kepalanya. DIa kemudian menembaki teman-teman saya dan ke arah papan tulis," ujar Cerrillo.
"Ketika saya berusaha mengambil ransel saya, dia menembak teman yang ada di dekat saya. Karena saya takut dia akan kembali, saya mengambil darah dari teman saya dan memoleskannya ke seluruh tubuh saya," lanjutnya.
Cerrillo mengaku dirinya tidak berani bergerak sebelum kemudian mengambil ponsel milik gurunya, yang telah tewas, dan menelepon 911.
"Saya mengatakan kepada mereka bahwa kami butuh bantuan dan kami butuh polisi datang ke kelas kami," kenangnya.
Kepolisian Uvalde menjadi sorotan setelah terungkap bahwa puluhan polisi menunggu di luar sekolah Cerrillo dan tidak melakukan apa-apa saat para pelajar itu merenggang nyawa.
Ketika ditanya apa yang dia inginkan selepas penembakan itu, Cerrillo mengatakan, "Saya ingin aman," sembari menambahkan dia khawatir penembakan massal akan terjadi lagi di sekoklahnya. (AFP/OL-1)
Video terbaru mengungkap kronologi penembakan Renee Nicole Good oleh agen ICE di Minneapolis. Korban sempat berkata “saya tidak marah” sebelum ditembak.
Penembakan yang menewaskan Renee Nicole Macklin Good, 37 tahun, pada Rabu lalu kini menjadi sorotan tajam publik dan aparat penegak hukum.
Wali Kota Minneapolis menuding pemerintahan Trump menutup fakta penembakan warga oleh agen ICE dan mendesak penyelidikan independen di tengah protes nasional.
Presiden Trump mengklaim penembakan wanita oleh petugas ICE di Minneapolis adalah bela diri, sementara Gubernur Tim Walz menyebut narasi tersebut sebagai propaganda.
Investigasi penembakan perempuan oleh petugas ICE di Minneapolis terhambat minimnya kamera tubuh. Akankah ada keadilan di tengah kebijakan imigrasi Trump yang keras?
Seorang perempuan tewas ditembak petugas imigrasi (ICE) di Minneapolis setelah diduga mencoba menabrak aparat. Otoritas AS menyebutnya sebagai aksi terorisme domestik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved