Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG pelajar putri berusia 11 tahun, Rabu (8/6), mengatakan kepada Kongres Amerika Serikat (AS) bahwa dia memoleskan darah teman sekelasnya yang tewas dan berpura-pura mati saat terjadi penembakan di Texas.
Miah Cerrillo, pelajar kelas empat di SD Robb di Uvalde, Texas mengisahkan apa yang dia alami saat 19 temannya dan dua gurunya tewas ditembak oleh seorang remaja, bulan lalu.
Cerrillo mengatakan bagaimana dirinya dan rekan sekelasnya menonton film sebelum mereka bersembunyi di belakang meja guru mereka saat pelaku penembakan masuk ke kelas mereka.
Baca juga: Matthew McConaughey Bicara Soal Penggunaan Senjata Api Bertanggung Jawab di Gedung Putih
"Dia mengucapkan selamat malam kepada guru saya dan menembak kepalanya. DIa kemudian menembaki teman-teman saya dan ke arah papan tulis," ujar Cerrillo.
"Ketika saya berusaha mengambil ransel saya, dia menembak teman yang ada di dekat saya. Karena saya takut dia akan kembali, saya mengambil darah dari teman saya dan memoleskannya ke seluruh tubuh saya," lanjutnya.
Cerrillo mengaku dirinya tidak berani bergerak sebelum kemudian mengambil ponsel milik gurunya, yang telah tewas, dan menelepon 911.
"Saya mengatakan kepada mereka bahwa kami butuh bantuan dan kami butuh polisi datang ke kelas kami," kenangnya.
Kepolisian Uvalde menjadi sorotan setelah terungkap bahwa puluhan polisi menunggu di luar sekolah Cerrillo dan tidak melakukan apa-apa saat para pelajar itu merenggang nyawa.
Ketika ditanya apa yang dia inginkan selepas penembakan itu, Cerrillo mengatakan, "Saya ingin aman," sembari menambahkan dia khawatir penembakan massal akan terjadi lagi di sekoklahnya. (AFP/OL-1)
Lucy Harrison, 23, tewas tertembak di dada saat mengunjungi ayahnya di Texas. Sidang koroner mengungkap adanya argumen panas terkait Donald Trump sebelum kejadian.
Presiden Trump umumkan deeskalasi di Minneapolis pasca penembakan fatal warga sipil oleh agen federal.
Terjadi penembakan di Arivaca, Arizona melibatkan agen Patroli Perbatasan AS. FBI dan Sheriff Pima selidiki penggunaan kekuatan setelah satu korban dinyatakan kritis.
Investigasi atas penembakan Alex Pretti di Minneapolis mengungkap perbedaan tajam antara klaim pemerintah dan rekaman video. Keluarga korban sebut narasi pemerintah sebagai "kebohongan".
NRA dan kelompok lobi senjata AS menuntut transparansi dalam kasus penembakan perawat Alex Pretti di Minneapolis. Ada perbedaan versi antara saksi dan pemerintah.
Kesaksian baru mengungkap detik-detik penembakan Alex Pretti di Minneapolis. Otoritas Minnesota gugat pemerintahan Trump atas dugaan penghilangan barang bukti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved