Selasa 10 Mei 2022, 10:35 WIB

Bentrok Antargeng, 43 Napi di Ekuador Tewas

Cahya Mulyana | Internasional
Bentrok Antargeng, 43 Napi di Ekuador Tewas

dw.com
Ilustrasi

 

Sebanyak 43 narapidana tewas dan 108 lainnya melarikan diri usia kerusuhan penjara di Ekuador. Kejaksaan Ekuador menjelaskan kejadian itu dipicu bentrokan antargeng narapidana, Los Lobos dan R7 di dalam penjara Bellavista di Santo Domingo de los Colorados.

"Untuk saat ini ada 43 narapidana yang tewas," kata kantor kejaksaan di Twitter.

Selama kerusuhan, puluhan narapidana mencoba melarikan diri. Kepala polisi Fausto Salinas mengatakan bahwa 108 narapidana yang melarikan diri belum berhasil ditangkap hilang namun 112 lainnya sudah dibawa kembali ke penjara.

Menteri Dalam Negeri Ekuador Patricio Carrillo awalnya mengatakan dua narapidana telah terbunuh sebelum kemudian meningkatkan angka itu menjadi 41. Namun, dia juga mengatakan 13 narapidana telah dibawa ke rumah sakit, beberapa dengan luka serius.

Carrillo awalnya mengklaim pihak berwenang dapat mengendalikan situasi dan bahwa semua tahanan yang melarikan diri telah ditangkap kembali. Narapidana dengan cedera wajah dibawa dengan truk dan ambulans ke fasilitas medis sementara anggota keluarga mereka yang dipenjara berkumpul di penjara untuk diintrogasi. "200 polisi, 200 tentara dan bala bantuan tambahan sedang dalam perjalanan," katanya.

Tubuh dimutilasi
Sebelumnya, sekitar 350 narapidana tewas dalam lima kerusuhan penjara terpisah sejak Februari 2021. Bulan lalu, sedikitnya 20 narapidana tewas di dalam penjara El Turi di Cuenca, Ekuador.

Presiden Ekuador Guillermo Lasso menegaskan geng narkoba berlomba-lomba untuk mengendalikan rute perdagangan di penjara. Persaingan di antara narapidana itu terkadang meledak menjadi kekerasan.

"Mayoritas korban dibunuh dengan pisau dan bukan senjata api. Tubuh mereka yang dimutilasi ditinggalkan di tempat mereka berada," terangnya.

Pihak berwenang mengatakan mereka akan melakukan pencarian senjata dan memindahkan para pemimpin geng ke penjara lain di provinsi Guayas. "Ini adalah akibat yang disayangkan dari kekerasan geng," tulis Lasso.

Over kapasitas
Kelebihan kapasitas adalah masalah lain, dengan 35.000 tahanan di 65 penjara yang hanya memiliki daya tampung 30.000 narapidana. Penjara Bellavista berkapasitas 1.200 namun menampung 1.700 narapidana.

Ekuador juga mengalami peningkatan kejahatan jalanan dan perdagangan narkoba yang coba diatasi oleh pemerintah dengan mengumumkan keadaan darurat di tiga provinsi yang paling parah terkena dampak, Guayas, Manabi dan Esmeraldas.

Negara ini mencatatkan rekor dengan menyita 210 ton obat-obatan pada tahun 2021 dan telah menyita 82 ton lagi tahun ini. Ekuador, yang berbatasan dengan dua produsen kokain terbesar di dunia, Kolombia dan Peru, sering digunakan sebagai titik awal untuk mengekspor bubuk putih ke Amerika Serikat dan Eropa. (France24/OL-12)

Baca Juga

AFP/Mandel Ngan

Biden Kawal Finlandia dan Swedia Gabung NATO

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 20 Mei 2022, 14:28 WIB
Biden tidak menanggapi penolakan Tukri, namun lebih mengungkapkan optimisme kedua negara dapat dengan mudah menjadi bagian...
AFP/Ronaldo Schemidt.

Bantah Media, Israel Sebut Penyelidikan Pembunuhan Jurnalis sedang Berlangsung

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 20 Mei 2022, 14:03 WIB
Menurut pengacara, Khaldoun Najm, Israel juga mengeklaim memiliki arsip rahasia tentang keanggotaan (Khudeir) dari organisasi...
Ist

Kanada Konfirmasi Dua Kasus Pertama Cacar Monyet

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 20 Mei 2022, 12:56 WIB
Otoritas di Provinsi Quebec mengatakan mereka tengah menginvestigasi 17 kasus yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya