Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Ukraina: Putin dan Zelenskyy Segera Bertemu

Cahya Mulyana
31/3/2022 10:30
Ukraina: Putin dan Zelenskyy Segera Bertemu
Presiden Rusia dan Ukraina, Vladimir Putin dan Volodymyr Zelensky dikabarkan akan segera bertemu.(pipanews.com)

Presiden Rusia dan Ukraina, Vladimir Putin dan Volodymyr Zelensky dikabarkan akan segera bertemu. Proposal perundingan kedua pemimpin telah dibuat dan sedang dikaji kedua belah pihak.

Itu dipaparkan Penasihat Zelensky  sekaligus Kepala Tim Perunding Ukraina Mykhailo Podolyak. Ia mengatakan Moskow sedang meneliti proposal yang diajukan oleh Kyiv di Istanbul yang dia yakini dapat mengarah pada pertemuan puncak perdamaian. “Kami berharap pertemuan presiden akan diadakan dalam waktu dekat,” kata Podolyak.

Namun ia enggan memprediksi waktu yang tepat mengenai jadwal perundingan kedua presiden. “Kapan terlalu dini untuk mengatakannya, tetapi ini adalah masalah waktu.”

Sementara itu Juru Bicara Putin, Dmitry Peskov mengungkapkan pernyataan serupa. Bahkan dirinya mengaku optimistis pertemuan kedua presiden dapat segera digelar.

“Kami tidak dapat menyatakan bahwa ada sesuatu yang terlalu menjanjikan atau terobosan apa pun. Sebab banyak pekerjaan yang harus dilakukan terlebih dahulu."

Perdamaian penuh diperlukan untuk menyetujui perjanjian dengan Rusia, kata negosiator Ukraina, Vladimir Medinsky. Dalam proposal yang diajukan Ukraina menyatakan kesiapan mengambil kesepakatan damai dengan Rusia dengan mengorbankan harapan bergabung dengan NATO.

Tetapi kemudian pada hari Rabu Ramzan Kadyrov, pemimpin Chechnya yang pasukannya berperang di Ukraina, mengatakan bahwa Moskow tidak akan memberikan keringanan bagi Ukraina.

“Medinsky yang membuat kesalahan, membuat kata-kata yang salah ... Dan jika Anda berpikir bahwa dia (Putin) akan berhenti dari apa yang dia mulai seperti yang disajikan kepada kita hari ini, ini tidak benar, ”kata Kadyrov.

Menurut PBB, 4.019.287 penduduk Ukraina telah melarikan diri ke luar negeri sejak invasi Rusia pada 24 Februari. Lebih dari 90% adalah wanita dan anak-anak. Organisasi Internasional untuk Imigran (IOM) PBB juga mengatakan bahwa pada pertengahan Maret, 6,48 juta orang kehilangan tempat tinggal.

Sebelum perang, Ukraina memiliki populasi sebanyak 37 juta di wilayah-wilayah di bawah kendali pemerintah, tidak termasuk Krimea dan wilayah-wilayah yang dikuasai Rusia di timur.

Pada pembicaraan di Istanbul pada hari Selasa, Ukraina mengusulkan kerangka kerja untuk perdamaian dengan hadiah berstatus netral, menghapus rencana menjadi tuan rumah pangkalan dan latihan bersama dengan militer asing. (The Guardian/OL-12)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Retno Hemawati
Berita Lainnya