Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGUNGSI Rohingya di Bangladesh mengapresiasi penetapan status penindasan, kekerasan terhadap kelompok etnis mereka yang sebagian besar Muslim di Myanmar sebagai genosida oleh Amerika Serikat (AS). Keputusan itu diutarakan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken.
Informasinya langsung disambut baik oleh pengungsi Rohingya yang tersebar di kamp-kamp di distrik Cox's Bazar. Di sana terdapat sekitar satu juta etnis Rohingya yang terusir dari Tanah Air mereka.
“Kami sangat senang dengan keputusan genosida itu, terima kasih banyak,” kata Sala Uddin yang tinggal di kamp Kutupalong.
Menurut dia selama hidupnya atau 60 tahun sejak 1962 pemerintah Myanmar menyiksa etnis Rohingya. “Saya pikir jalan untuk mengambil tindakan oleh komunitas internasional terhadap Myanmar telah terbuka karena deklarasi tersebut.”
Pelabelan terhadap Myanmar tersebut diumumkan AS pada Senin (21/3). "Itu genosida berdasarkan laporan yang dikonfirmasi tentang kekejaman massal terhadap warga sipil oleh militer Myanmar. ketidakadilan itu dilakukan secara luas dan sistematis terhadap Rohingya," kata Blinken.
Pemerintah militer Myanmar menanggapinya dengan sebuah penolakan. Namun Direktur Pusat Studi Genosida di Universitas Dhaka Imtiaz Ahmed mengatakan keputusan AS itu adalah langkah positif namun harus ditindaklanjuti secara konkret.
“Hanya dengan mengatakan bahwa genosida telah dilakukan di Myanmar terhadap Rohingya tidak cukup. Saya pikir kita perlu melihat apa yang akan dilakukan AS usai mengeluarkan pernyataan itu, ”kata Ahmed.
Dia mengatakan masih terlalu dini untuk memprediksi dampak pelabelan atas tindakan Myanmar selama 60 tahun itu. Ia pun menyarankan AS memberikan sanksi ekonomi yang keras kepada Myanmar. (Aljazeera/Cah/A-3)
SERUAN Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang kian gencar agar AS merebut atau memperoleh Greenland memicu gelombang kritik baru, termasuk dari kalangan Partai Republik sendiri.
PENTAGON di bawah Donald Trump menginstruksikan sekitar 1.500 personel militer aktif yang bermarkas di Alaska untuk bersiaga menghadapi kemungkinan penugasan ke Minnesota,
UNI Eropa mulai mempertimbangkan langkah balasan keras terhadap Amerika Serikat (AS) menyusul ancaman Presiden Donald Trump untuk memberlakukan tarif tinggi dan tekanan terkait Greenland.
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendapat peringatan keras terkait wacana intervensi militer untuk mengambil alih Greenland
Wacana boikot penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Serikat dinilai bisa menjadi bentuk tekanan politik paling ekstrem terhadap klaim Washington atas Greenland.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman pengenaan tarif impor tambahan terhadap negara-negara yang menolak mendukung langkah mengambil alih Greenland.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved