Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KOREA Utara (Korut), Kamis (27/1) pagi, menembakkan proyetil tidak dikenal, ungkap Seoul. Ini merupakan kali keenam 'Negeri Juche' itu menggelar uji coba rudal setelah merekan mengabaikan undangan Washington untuk berdialog.
Terakhir kali Korut menggelar uji coba rudal sebanyak ini dalam sebulan adalah pada 2019 selepas pertemuan tingkat tinggi antara pemimpin Korut Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump gagal.
Sejak saat, tidak ada lagi pembicaraan antara Korut dan AS.
Baca juga: Korsel Sebut Korut Tampaknya Telah Tembakkan Rudal Jelajah
"Korut telah menembakkan proyektil tidak di kenal ke Laut Timur," ujar Kepala Staf Gabungan Korsel, menggunakan nam lain Laut Jepang.
Pyongyang menembakkan dua proyektil, yang diduga rudal balistik, Selasa (25/1), senjata yang tidak dilarang dalam sanksi yang dijatuhkan PBB kepada Korut.
Korut juga menguji rudal balistik pada 14 dan 17 Januari dan menguji apa yang merka sebut sebagai rudal hypersonic pada 5 dan 11 Januari.
Meski begitu, Pyongyang tidak menguji coba rudal interkontinental atau rudal nuklir sejak 2017, menjalankan moratorium yang mereka berlakukan sendiri meski perundingan dengan AS terhenti. (AFP/OL-1)
Kim Jong-un meninjau industri pertahanan Korea Utara dan memerintahkan perluasan produksi rudal serta peluru kendali menjelang Kongres Partai tahun depan.
RUSIA kembali memanaskan hubungan dengan Barat setelah Presiden Vladimir Putin mengumumkan keberhasilan uji coba rudal jelajah bertenaga nuklir terbaru, 9M730 Burevestnik
Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan negaranya memiliki sekitar 5.000 rudal antipesawat buatan Rusia jenis Igla-S yang siap digunakan untuk menghadapi kemungkinan ancaman AS.
Pemerintah Rusia sebelumnya telah memperingatkan Amerika Serikat agar tidak memasok rudal jarak jauh ke Ukraina.
Putin mengatakan kepada Aliyev bahwa dua rudal antipesawat Rusia meledak beberapa meter dari sebuah pesawat penumpang Azerbaijan Airlines, menewaskan 38 orang di dalamnya.
Delapan jet tempur F-15 dan empat F-35 yang menempuh jarak sekitar 1.500 kilometer ke arah Laut Merah melepaskan rudal balistik ke Qatar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved