Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH kerangka yang ditemukan di kota kuno Romawi Herculaneum, yang hancur bersama Pompeii, saat Gunung Vesuvius meletus, hampir 2 ribu tahun lalu, menawarkan informasi baru mengenai bencana alam itu.
Kerangka pria yang diduga berusia antara 40 dan 45 tahun ditemukan di bawah bebatuan vulkanis, di lokasi yang diduga sebagai garis pantai Herculaneum, sebelum Vesuvius meletus pada tahun 79 yang mendorong garis pantai itu sejauh 500 meter.
Pria itu terlentang, menghadap daratan, kemungkinan memandang lahar yang melahap kota tempat tinggalnya, kata Kepala Taman Arkeologi Herculaneum Francesco Sirano.
"Dia bisa jadi merupakan salah satu anggota tim penyelamat," ungkapnya.
Baca juga: Tiongkok Kirimkan Astronaut ke Stasiun Luar Angkasa Tiangong
Saat Vesuvius meletus, sebuah kapal laut datang memberikan pertolongan. Kapal itu dikomandoi oleh Pliny the Elder. Meski Pliny meninggal dunia dalam operasin penyelamatan itu, aksinya berhasil menyelamatkan ratusan warga setempat.
Namun, tulang-tulang itu juga bisa merupakan milik salah satu pengungsi yang berusaha naik ke sekoci penyelamat.
"Dia bisa jadi adalah salah satu warga yang tidak beruntung yang gagal menyelamatkan diri," ujar Sirano.
Keranka itu ditemukan tertutupi sisa kayu terbakar, termasuk kayu dari bangunan yang menghancurkan tengkoraknya. Tulang-tulangnya juga berwarna merah terang, kemungkinan dari darah.
Arkeolog juga menemukan sisa jaringan dan benda metal, kemungkinan barang pribadi yang dibawanya saat melarikan diri kemungkinan tas, alat kerja, atau senjata.
Kerangka lain telah ditemukan di dan di sekitar Herculaneum selama satu dekade terakhir, termasuk sebuah tengkorak yang disimpan di musuem Roma, diduga sebagai tengkorak Pliny.
Meski lebih kecil dari Pompeii, Herculaneum adalah kota yang lebih kaya dengan arsitektur yang lebih indah. Masih banyak hal yang belum diketahui dari kota itu. (AFP/OL-1)
Penelitian terbaru menemukan ukiran cangkang telur burung unta di Afrika menunjukkan kemampuan berpikir geometris manusia purba sudah sangat maju sejak 60 ribu tahun lalu.
Studi terbaru mengungkap bagaimana pendeta Yunani Kuno kemungkinan mengolah jamur ergot yang beracun menjadi minuman psikedelik untuk ritual Eleusis yang misterius.
Arkeolog temukan reruntuhan masjid abad ke-8 di Tiberias, Israel. Ternyata dibangun di atas pasar Romawi kuno, mengungkap sejarah awal penyebaran Islam.
Arkeolog temukan bukti kekerasan brutal Zaman Besi di Gomolava, Serbia. Makam massal ini berisi puluhan perempuan dan anak-anak korban pembantaian strategis.
Ilmuwan temukan tengkorak Pliosaurus raksasa sepanjang 2 meter di pesisir Inggris. Fosil "Sea-Rex" ini ditemukan utuh dengan rahang yang masih terkunci.
Studi terbaru mengungkap bagaimana kotoran burung laut (guano) menjadi kunci sukses ekonomi dan politik Kerajaan Chincha di Peru, jauh sebelum era Inka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved