Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH kerangka yang ditemukan di kota kuno Romawi Herculaneum, yang hancur bersama Pompeii, saat Gunung Vesuvius meletus, hampir 2 ribu tahun lalu, menawarkan informasi baru mengenai bencana alam itu.
Kerangka pria yang diduga berusia antara 40 dan 45 tahun ditemukan di bawah bebatuan vulkanis, di lokasi yang diduga sebagai garis pantai Herculaneum, sebelum Vesuvius meletus pada tahun 79 yang mendorong garis pantai itu sejauh 500 meter.
Pria itu terlentang, menghadap daratan, kemungkinan memandang lahar yang melahap kota tempat tinggalnya, kata Kepala Taman Arkeologi Herculaneum Francesco Sirano.
"Dia bisa jadi merupakan salah satu anggota tim penyelamat," ungkapnya.
Baca juga: Tiongkok Kirimkan Astronaut ke Stasiun Luar Angkasa Tiangong
Saat Vesuvius meletus, sebuah kapal laut datang memberikan pertolongan. Kapal itu dikomandoi oleh Pliny the Elder. Meski Pliny meninggal dunia dalam operasin penyelamatan itu, aksinya berhasil menyelamatkan ratusan warga setempat.
Namun, tulang-tulang itu juga bisa merupakan milik salah satu pengungsi yang berusaha naik ke sekoci penyelamat.
"Dia bisa jadi adalah salah satu warga yang tidak beruntung yang gagal menyelamatkan diri," ujar Sirano.
Keranka itu ditemukan tertutupi sisa kayu terbakar, termasuk kayu dari bangunan yang menghancurkan tengkoraknya. Tulang-tulangnya juga berwarna merah terang, kemungkinan dari darah.
Arkeolog juga menemukan sisa jaringan dan benda metal, kemungkinan barang pribadi yang dibawanya saat melarikan diri kemungkinan tas, alat kerja, atau senjata.
Kerangka lain telah ditemukan di dan di sekitar Herculaneum selama satu dekade terakhir, termasuk sebuah tengkorak yang disimpan di musuem Roma, diduga sebagai tengkorak Pliny.
Meski lebih kecil dari Pompeii, Herculaneum adalah kota yang lebih kaya dengan arsitektur yang lebih indah. Masih banyak hal yang belum diketahui dari kota itu. (AFP/OL-1)
Arkeolog temukan bangkai kapal Svælget 2, kapal cog terbesar dari abad ke-15 di selat Øresund. Temuan ini mengungkap jaringan perdagangan kayu kuno di Eropa.
Kerangka Neanderthal berusia hingga 187 ribu tahun ditemukan menyatu dengan dinding gua di Italia. Manusia Altamura menyimpan DNA purba tertua di dunia.
Peneliti mengungkap penyebab kematian mumi berusia 1.100 tahun di Gurun Atacama, Cile. Bukti CT scan menunjukkan korban tewas akibat kecelakaan tambang turkis prasejarah.
Temuan Manusia Pawon di Gua Pawon membuktikan kawasan Danau Bandung purba telah dihuni manusia sejak 9.500 tahun lalu pada masa Mesolitikum.
Ilmuwan temukan bukti baru berupa kuarsa kejut yang memperkuat teori ledakan komet sebagai pemicu kepunahan massal hewan zaman es dan hilangnya budaya Clovis.
Peneliti menemukan fosil dua spesies hiu purba di sistem gua terpanjang dunia, Mammoth Cave.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved