Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
UNI Eropa mengatakan, bagi individu yang mendapat vaksin lengkap tidak perlu menambah suntikan booster untuk menangkal covid-19. Tetapi untuk individu dengan sistem kekebalan tubuh yang kurang perlu dipertimbangkan untuk mendapatkan dosis tambahan.
Lebih lanjut, menurut mereka, penting untuk membedakan antara dosis 'booster' bagi orang-orang dengan respons yang baik terhadap vaksinasi primer dan dosis tambahan bagi orang-orang dengan sistem imun lemah yang tidak merespons dengan baik (memadai).
Baca juga: Menlu Beberkan Sulitnya Evakuasi WNI dari Afghanistan
Pada 18 Agustus 2021, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengkritik negara-negara maju yang bersiap untuk memberikan vaksin tambahan sementara negara-negara berkembang masih berjuang untuk mendapatkan vaksin pertama. Data ilmiah belum membuktikan perlunya vaksin tambahan.
“Negara-negara kaya menyerahkan jaket pelampung ekstra kepada orang-orang yang sudah memiliki jaket pelampung, sementara kami membiarkan orang lain tenggelam” ucap Mike Ryan selaku Direktur WHO.
"Semua vaksin resmi di EU/EEA adalah vaksin yang saat ini paling aman terhadap covid-19 yang terkait rawat inap, penyakit parah dan kematian, sedangkan satu dari 3 orang dewasa diatas 18 tahun di EU/EEA masih belum tervaksin secara penuh" kata ECDC. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved