Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Israel Isaac Herzog berjanji akan melanjutkan dialog dengan mitranya dari Palestina Mahmoud Abbas, yang meneleponnya pada Minggu (11/7) untuk memberi selamat kepadanya atas pengangkatannya.
"Malam ini, saya berbicara dengan Kepala Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, yang menelepon untuk memberi selamat kepada saya atas peran baru saya. Sebagai ucapan terima kasih, saya menekankan bahwa saya bermaksud untuk terus mempertahankan dialog berkelanjutan dengannya seperti yang telah dilakukan presiden Israel sebelumnya," tulis Herzog di Twitter.
Dia juga berbagi harapannya untuk membantu memajukan hubungan dan harapan perdamaian antara dua bangsa yang hidup berdampingan.
Selama pembicaraan melalui telepon tersebut, menurut kantor berita Palestina WAFA, Abbas menekankan pentingnya untuk mencapai perdamaian abadi di Gaza, Tepi Barat, dan Jerusalem.
Sebelumnya, Channel 12 Israel memberitakan bahwa Abbas sedang menyusun daftar tuntutan jika pembicaraan damai Palestina-Israel dimulai kembali.
Pembicaraan antara pemimpin Palestina dan Israel dihentikan pada April 2014 karena Tel Aviv menolak untuk membebaskan warga Palestina yang dipenjara sejak sebelum 1993 dan menolak menghentikan aktivitas pemukiman di wilayah Palestina yang diduduki. (AA/Nur/OL-09)
Staf Khusus Gugun menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama merupakan agenda penting dan berkelanjutan Kemenag.
Sebanyak 228 kepala keluarga (KK) direlokasi ke kawasan perhutanan sosial dengan total luasan mencapai 635,83 hektare.
Forum ini mempertemukan para tokoh agama, akademisi, perwakilan masyarakat sipil, dan pembuat kebijakan dari Uni Eropa dan Indonesia.
Generasi muda serta seluruh elemen bangsa untuk tidak mudah terprovokasi maupun dikuasai emosi. Energi bangsa, katanya, harus diarahkan untuk pembangunan, bukan perpecahan.
Indonesia dipandang perlu menyeimbangkan ketahanan domestik dengan diplomasi proaktif.
Isu performing rights bukan sekadar persoalan legal, tetapi juga refleksi dari tantangan budaya, ekonomi, dan teknologi yang harus dijawab bersama termasuk oleh perguruan tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved