Senin 24 Mei 2021, 20:27 WIB

Topan Yaas Hampiri India, Pemerintah Serukan Evakuasi Warga

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
 Topan Yaas Hampiri India, Pemerintah Serukan Evakuasi Warga

AFP
Ilustrasi

 

OTORITAS India memerintahkan evakuasi hampir setengah juta warga untuk keluar dari jalur topan baru menuju India timur, hanya satu minggu setelah badai mematikan lain menghantam pantai barat.

Topan menghantam ketika India mengalami lonjakan infeksi virus korona yang telah menjerumuskan sistem perawatan kesehatan ke dalam krisis dan mendorong jumlah kematian covid-19 di negara itu di atas 300.000.

Para ahli mengatakan badai di lepas pantai India meningkat dalam frekuensi dan intensitas karena perubahan iklim menghangatkan perairan laut.

Departemen Meteorologi India mengatakan Topan Yaas telah terbentuk di Teluk Benggala dan diperkirakan akan mencapai Benggala Barat dan negara bagian Odisha pada Rabu (26/5). Negara tetangga Bangladesh juga telah disiagakan.

“Yaas bisa membawa hembusan hingga 185 km per jam sebagai "Badai Siklon Sangat Parah" pada saat pendaratan,” kata Departemen Meteorologi India.

“Gelombang badai setinggi empat meter kemungkinan besar akan menggenangi daerah pesisir dataran rendah,” tambahnya.

Baca juga : 15 Orang Diperkirakan Tewas akibat Letusan Gunung Nyiragongo Kongo

Evakuasi di distrik pesisir dan hutan bakau Sunderbans, sebuah situs warisan dunia UNESCO, dimulai pada Minggu, menurut menteri manajemen bencana Benggala Barat Javed Ahmed Khan.

"Kami harus mengevakuasi hampir setengah juta orang ke sekolah (dan) kantor pemerintah, yang telah diubah menjadi pusat topan untuk menyediakan perlindungan bagi orang-orang ini," kata Khan.

Tim militer dan bencana telah dikerahkan untuk membantu persiapan dan operasi penyelamatan potensial, ujar Perdana Menteri Narendra Modi.

Senin lalu, Topan Tauktae, badai tropis besar pertama di India musim ini, menghantam negara bagian barat Gujarat. Badai itu menghantam beberapa negara bagian dengan hujan lebat dan angin kencang.

Korban tewas dari Tauktae naik menjadi setidaknya 155 pada hari Senin setelah lebih banyak mayat ditemukan dari anjungan minyak di lepas pantai barat kota Mumbai dan beberapa kapal pendukung, menurut angkatan laut. Di Sri Lanka, biro cuaca memperingatkan para nelayan di negara pulau itu untuk tidak pergi ke Teluk Benggala. (Straitstimes/OL-2)

 

Baca Juga

AFP

Biden Akan Bahas Ukraina dengan Sekutu NATO

👤Nur Aivanni 🕔Kamis 09 Desember 2021, 08:25 WIB
Presiden AS Joe Biden menelepon anggota NATO Eropa Timur pada Kamis (9/12) untuk membahas KTT-nya secara daring dengan Presiden Rusia...
DOK Salesforce.

Salesforce Donasikan Rp7,2 Miliar untuk UNICEF di Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Desember 2021, 07:48 WIB
UNICEF akan menggunakan bantuan dari Salesforce untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat terdampak di Indonesia, khususnya perempuan...
AFP/Daniel LEAL

Inggris Perketat Pembatasan Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 09 Desember 2021, 06:37 WIB
Johnson mengatakan tingkat kasus covid-19 varian Omicron berlipat ganda setiap dua hingga tiga hari sehingga mengancam daya tampung rumah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya