Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
LEBIH dari 3 ribu orang melarikan diri ke Kolombia untuk menghindari bentrokan yang terjadi pada akhir pekan lalu antara militer Venezuela dan pemberontak FARC. Hal itu diungkapkan pemerintah Kolombia, Rabu (24/3).
Militer Venezuela bentrok dengan kelompok pemberontak di dekat perbatasan dengan Kolombia, Minggu (21/3), menyebabkan dua personel militer tewas dan 23 orang yang diduga pemberontak ditangkap.
Baca juga: Biden Serahkan Tanggung Jawab Soal Perbatasan kepada Harris
Lucas Gomez, utusan presiden Kolombia untuk urusan perbatasan, melaporkan Kota Arauquita kebanjiran warga Venezuela yang melarikan diri dari wilayah mereka.
"Pada Senin (22/3), kami menyaksikan sekitar seribu orang dan kemarin jumlah meningkat menjadi 3.100 orang," ujar Gomez kepada Blu Radio.
Namun, imbuh Gomez, jumlah itu diperkirakan akan meningkat setelah kembali terjadi bentrokan antara militer Venezuela dan FARC pada Selasa (23/3) malam. (AFP/OL-1)
Usai ketegangan meningkat akibat penggulingan Maduro di Venezuela, Donald Trump dan Gustavo Petro sepakat pulihkan komunikasi langsung antara AS-Kolombia.
Presiden AS Donald Trump mengundang Presiden Kolombia Gustavo Petro ke Gedung Putih setelah sebelumnya sempat mengancam akan melakukan intervensi militer.
Menteri Luar Negeri Kolombia, Rosa Yolanda Villavicencio, menyatakan pihaknya tetap memantau kemungkinan adanya agresi militer AS.
Presiden Kolombia Gustavo Petro menepis keras ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang menuduhnya terlibat dalam perdagangan narkoba.
Donald Trump tidak menunjukkan keraguan ketika ditanya mengenai implikasi serangan terhadap Venezuela bagi negara-negara lain di kawasan, termasuk Kuba dan Kolombia
Pascapenangkapan Maduro, Donald Trump memperluas ancaman geopolitiknya ke Greenland, Kolombia, hingga Iran melalui doktrin baru yang agresif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved