Selasa 23 Maret 2021, 08:17 WIB

Uruguay Temukan Covid-19 Varian Brasil

Basuki Eka Purnama | Internasional
Uruguay Temukan Covid-19 Varian Brasil

AFP/Pablo PORCIUNCULA
Seorang warga menjalani tes covid-19 di sebuah fasilitas yang didirikan di depan gedung Kongres di Montevideo, Uruguay.

 

URUGUAY, Senin (22/3), mengonfirmasi telah mendeteksi keberadaan dua varian covid-19 yang berasal dari negara tetangga, Brasil, ketika negara kecil Amerika Selatan itu menghadapi lonjakan kasus dan kematian.

Para ilmuwan memeriksa 175 sampel covid-19 yang diambil dari seluruh negeri dan menemukan jenis P1 Brazil di 24 sampel di antara yang diperiksa dan varian P2 di empat sampel.

Gregorio Iraola, ilmuwan yang tergabung dalam Inter-Institutional Working Group (GTI) Uruguay yang mengurut genom kasus covid-19, mengatakan varian P2 sekarang sedang ditularkan dalam komunitas yang lebih luas ketimbang yang dibawa dari luar negeri, membuat penanganan wabah 'lebih rumit.'

Baca juga: Presiden Tajikistan Umumkan Kampanye Vaksinasi Covid-19

Presiden Uruguay Luis Lacalle Pou, Selasa (23/3), akan mengadakan rapat kabinet untuk membahas masalah tersebut.

Uruguay, yang memiliki populasi 3,5 juta, dalam beberapa pekan terakhir, mengalami lonjakan kasus baru, kematian, dan permintaan tempat tidur perawatan intensif rumah sakit, dengan tingkat hunian untuk tempat tidur perawatan intensif mencapai 64%, kata Perhimpunan Pengobatan Perawatan Intensif Uruguay dalam sebuah laporan. Pasien covid-19 menyumbang 22% dari tempat tidur tersebut.

Ia memperingatkan bahwa jika tindakan mendesak tidak diambil untuk mengurangi infeksi, hunian tempat tidur rumah sakit bisa melonjak hingga 85% pada 4 April.

Baik jenis P1 maupun P2 covid-19 telah diidentifikasi saat menyebar dengan cepat di Brasil, yang memikul beban kasus harian tertinggi di dunia saat ini.

Studi awal menunjukkan kedua varian covid-19 itu dapat mengatasi beberapa antibodi, meningkatkan kemungkinan seseorang terinfeksi kembali, dan mengurangi kemanjuran vaksin.

Studi Universitas Oxford yang diterbitkan minggu lalu menunjukkan bahwa antibodi yang dikembangkan melalui penyakit alami dan vaksin masih dapat menetralkan varian tersebut, meskipun pada tingkat yang lebih rendah. (Ant/OL-1)

Baca Juga

AFP/Abbas Momani.

Warga Palestina Bebas setelah 35 Tahun Dipenjara Israel

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 21:00 WIB
Samir Ibrahim Abu Nimeh, yang ditangkap pada 1986 dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena perlawanannya terhadap pendudukan...
AFP/Omar Haj Kadour.

Serangan di Damaskus dan Suriah Barat Laut Tewaskan 27 Orang

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 20:19 WIB
Dua bom yang dipasang di satu bus tentara di pusat Damaskus diledakkan pada pagi...
AFP/Ahmad Gharabli.

Rencana Israel Tangkal Pembunuhan dalam Komunitas Arab

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 20:05 WIB
Hingga kini, 102 orang telah dibunuh di komunitas...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Rakyat Kalimantan Selatan Menggugat Gubernur

Sebanyak 53 warga terdampak bencana banjir dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan menggugat Gubernur Sahbirin Noor.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya