Senin 08 Maret 2021, 22:40 WIB

Kekacauan Perdagangan Global Inggris Kehilangan Pasar Tiga Negara

Mediaindonesia.com | Internasional
Kekacauan Perdagangan Global Inggris Kehilangan Pasar Tiga Negara

theloadstar.com
Ilustrasi

 

Inggris kehilangan pangsa pasar di Amerika Serikat, Jerman, dan Tiongkok selama pandemi Covid-19 karena kekacauan perdagangan global, keluarnya negara itu dari Uni Eropa (Brexit), dan produktivitas yang buruk, demikian menurut penelitian baru yang diterbitkan pada Senin (8/3).

Inggris berkinerja sangat buruk karena stagnasi jangka panjang dalam pertumbuhan produktivitas, menurut laporan penelitian Pusat Grup Perbankan untuk Kemakmuran Bisnis Lloyd dari Universitas Aston.

Penelitian itu menunjukkan bahwa saat semua negara bergulat dengan kesulitan akibat Covid-19, Inggris kehilangan pangsa pasar di pasar ekspor terbesarnya, yakni Amerika Serikat dan Jerman.

"Di beberapa negara tujuan ekspor utamanya - yakni Jerman, Amerika Serikat dan Tiongkok - Inggris tampaknya telah mengalami penurunan (pangsa pasar) yang lebih tajam, dan mengalami pemulihan ekonomi yang lebih lambat, dan daya saing globalnya menyusut," kata laporan itu.

"Penurunan ekspor Inggris ke AS tampak paling tajam baik secara absolut maupun relatif dan paling lama di antara negara-negara utama Eropa (kecuali Prancis)," demikian menurut laporan penelitian tersebut.

Antara 2017 hingga 2019, Inggris meningkatkan total ekspor ke Jerman sebesar 8,5 persen, dan itu kurang dari pertumbuhan ekspor yang dicapai oleh Italia (12 persen), Belanda (14 persen) dan Spanyol (20 persen), serta Amerika Serikat (24 persen).

"Data ini sampai batas tertentu memberikan gambaran perlambatan ekspor Inggris ke Jerman setelah referendum Brexit 2016, yang mungkin mengindikasikan beberapa pemisahan antara kedua ekonomi," kata ekonom Jun Du dan Oleksandr Shepotylo dalam laporannya.

Riset yang didasarkan pada statistik perdagangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu juga menunjukkan bahwa Inggris kehilangan pangsa pasar di Tiongkok. "Kombinasi pandemi Covid, Brexit dan tantangan produktivitas jangka panjang Inggris akan menempatkan bisnis-bisnis Inggris dalam posisi yang merugikan di masa mendatang," kata laporan itu.

Produktivitas Inggris yang relatif buruk telah mengganggu perekonomian selama bertahun-tahun, dan penyebabnya bervariasi dari keterampilan karyawan yang buruk dan investasi penelitian yang rendah hingga faktor-faktor dari sisi permintaan seperti krisis keuangan. (Ant/OL-12)

Baca Juga

medcom.id

Topan Hancurkan Rumah & Putus Aliran Listrik di Australia Barat

👤Nur Aivanni 🕔Senin 12 April 2021, 12:31 WIB
Topan tropis Seroja diturunkan peringkatnya setelah menghantam ke sistem kategori dua dan diperkirakan akan terus melemah sepanjang...
AFP/	ALEXANDER DRAGO

Menlu AS Peringatkan Tiongkok yang Semakin Agresif terhadap Taiwan

👤Nur Aivanni 🕔Senin 12 April 2021, 12:04 WIB
"Yang bisa saya katakan adalah kami memiliki komitmen serius agar Taiwan dapat mempertahankan diri. Kami memiliki komitmen serius...
AFP/RESIDENCIA VENEZUELA

Maduro : Venezuela Akan Produksi Vaksin Covid-19 Buatan Kuba

👤Nur Aivanni 🕔Senin 12 April 2021, 11:01 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro berharap negaranya dapat memproduksi dua juta dosis vaksin virus korona Abdala  per bulan yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Modal Bikin Bank Baru kian Besar

 Di ketentuan RPOJK Bank Umum, bagi perbankan yang baru mau berdiri, diwajibkan memenuhi modal inti Rp10 triliun, termasuk untuk pendirian bank digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya