Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA pemimpin dunia mengutuk keras tindakan yang dilakukan oleh pasukan keamanan Myanmar terhadap para demonstran anti-kudeta hingga menyebabkan sedikitnya 18 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka di sejumlah kota di Myanmar. Kepala PBB Antonio Guterres pada hari Minggu memimpin kecaman internasional terhadap tindakan militer yang merebut kekuasaan pada 1 Februari.
"Penggunaan kekuatan mematikan terhadap pengunjuk rasa damai dan penangkapan sewenang-wenang tidak dapat diterima," kata juru bicara PBB, Stephane Dujarric dalam sebuah pernyataan.
"Sekretaris Jenderal mendesak komunitas internasional untuk berkumpul dan mengirimkan sinyal yang jelas kepada militer bahwa mereka harus menghormati keinginan rakyat Myanmar seperti yang diungkapkan melalui pemilihan dan menghentikan penindasan," imbuhnya.
Sementara itu, kepala diplomatik Uni Eropa Josep Borrell mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa blok tersebut akan segera mengambil tindakan dalam menanggapi perkembangan ini.
"Otoritas militer harus segera menghentikan penggunaan kekuatan terhadap warga sipil dan mengizinkan penduduk untuk mengekspresikan hak mereka atas kebebasan berekspresi dan berkumpul," kata Borrell dalam sebuah pernyataan.
Menteri Eropa telah menyetujui sanksi terhadap militer Myanmar atas kudeta tersebut dan telah memutuskan untuk menahan beberapa bantuan pembangunan. Sanksi tersebut diharapkan akan diselesaikan dalam beberapa hari mendatang dan akan berlaku setelah pemberitahuan resmi diterbitkan oleh UE. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengutuk kekerasan mengerikan pasukan keamanan Burma terhadap masyarakat.
Amerika Serikat mengumumkan sanksi baru terhadap dua jenderal lagi yang terlibat dalam kudeta militer 1 Februari di Myanmar, setelah pengunjuk rasa tewas dalam tindakan keras terhadap demonstrasi akhir pekan lalu.
"Kami berdiri teguh dengan orang-orang yang berani di Burma dan mendorong semua negara untuk berbicara dengan satu suara untuk mendukung keinginan mereka," tulis Blinken di Twitter, Minggu (28/2) sore.
Seorang juru bicara Kantor Luar Negeri Inggris mengatakan, kekerasan harus dihentikan dan demokrasi harus dipulihkan serta mencatat bahwa Inggris telah menjatuhkan sanksi pada para pemimpin kudeta.
"Bekerja sama dengan AS dan Kanada, Inggris telah mengambil tindakan dengan menjatuhkan sanksi hak asasi manusia terhadap sembilan perwira militer Myanmar, termasuk panglima tertinggi, atas peran mereka dalam kudeta," kata juru bicara itu.
Turki juga mengutuk keras penggunaan kekuatan yang tidak proporsional oleh tentara Myanmar.
"Kami mengamati dengan keprihatinan mendalam bahwa stabilitas di Myanmar memburuk setelah kudeta," kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan.
"Kami menyerukan langkah-langkah yang perlu diambil untuk pemulihan demokrasi tanpa penundaan untuk pemeliharaan perdamaian dan stabilitas di negara dan penghentian kekerasan terhadap para pengunjuk rasa damai," tambahnya.
Sementara itu, para aktivis di sejumlah negara Asia dan tempat lain mengadakan aksi unjuk rasa pada Minggu untuk mendukung pengunjuk rasa anti-kudeta di Myanmar. Menyusul seruan bantuan dari juru kampanye pro-demokrasi Myanmar, sekitar 200 orang di Taipei dan puluhan di Bangkok, Melbourne dan Hong Kong turun ke jalan sambil melambaikan tanda dan bendera #MilkTeaAlliance.
baca juga: PBB: 18 Orang Tewas dalam Aksi Unjuk Rasa di Myanmar
Tagar yang berasal dari protes terhadap serangan online dari kaum nasionalis di Tiongkok digunakan jutaan kali pada hari Minggu. Namanya berasal dari kecintaan yang sama terhadap minuman susu di Thailand, Hong Kong dan Taiwan. Aktivis di Indonesia dan Malaysia serta negara-negara lain di Asia Tenggara mengungkapkan solidaritas mereka dengan memposting pesan dan karya seni secara online sebagai bagian dari kampanye media sosial.
"Aktivis Myanmar sangat aktif terlibat dengan Aliansi Teh Susu sejak kudeta," kata aktivis Thailand Rathasat Plenwong yang ikut menunjukkan dukungannya terhadap protes Myanmar di Bangkok.
"Kami merasa seperti berada dalam situasi ini bersama-sama," tandasnya. (Aljazeera/OL-3)
Aung San Suu Kyi kini genap 20 tahun dalam tahanan. Di tengah kondisi kesehatan yang misterius, mampukah "The Lady" mengakhiri perang saudara di Myanmar?
PARTAI yang berafiliasi dengan militer dan selama ini mendominasi politik Myanmar mengeklaim kemenangan besar dalam tahap pertama pemilihan umum yang digelar junta militer.
DIREKTORAT Pelindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri, bekerja sama dengan KBRI Yangon dan KBRI Bangkok, kembali memulangkan 54 WNI dari perbatasan Myanmar-Thailand.
KBRI di Yangon melaporkan bahwa sebanyak 56 WNI yang terdampak operasi penertiban pusat online scam dan online gambling di kawasan KK Park dan Shwe Kokko, Myawaddy.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan bahwa pola tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Indonesia semakin berkembang dan kian sulit dideteksi.
Alat pelacak, yang dipasang otoritas narkotika Thailand, menunjukkan bahwa bahan kimia tersebut bergerak ke utara menuju perbatasan Myanmar.
Aung San Suu Kyi kini genap 20 tahun dalam tahanan. Di tengah kondisi kesehatan yang misterius, mampukah "The Lady" mengakhiri perang saudara di Myanmar?
Juru bicara Departemen Keuangan AS membantah adanya motif tersembunyi dalam langkah pencabutan sanksi terhadap kroni junta Myanmar.
FENOMENA autokratisasi secara global yang terjadi saat ini memasuki gelombang ketiga. Pemerintah otoriter lahir dengan cara 'memanfaatkan' sistem demokrasi.
MANTAN Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra, yang berstatus terdakwa, dibebaskan secara bersyarat setelah menjalani hukuman enam bulan dari satu tahun hukumannya.
Bantuan yang diberikan Amerika Serikat ke Gabon akan dihentikan setelah kudeta militer bulan lalu.
KEMENTERIAN Luar Negeri Prancis pada Kamis (14/9), mengumumkan bahwa seorang warganya yang ditahan selama kudeta di Niger telah dibebaskan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved