Sabtu 27 Februari 2021, 08:02 WIB

Lama Stagnan, Twitter Hadirkan Fitur "Super Follow"

Mediaindonesia.com | Internasional
Lama Stagnan, Twitter Hadirkan Fitur "Super Follow"

AFP/Lionel BONAVENTURE
Twitter

 

TWITTER akan meluncurkan fitur dan produk baru untuk menyegarkan bisnis setelah bertahun-tahun mengalami stagnasi, yang bertujuan untuk menggandakan pendapatan tahunannya pada 2023.

"Mengapa kita tidak memulai dengan mengapa orang tidak mempercayai kami," kata Kepala Eksekutif Jack Dorsey pada awal presentasi virtual dengan investor, seperti dilansir dari ANTARA, Sabtu (27/2).

Baca juga: Biden: Serangan Udara AS di Suriah Sebagai Peringatan bagi Iran

"Itu datang dengan tiga kritik: kami lambat, kami tidak inovatif, dan kami tidak dipercaya," dia menambahkan.

Perusahaan media sosial itu menguraikan rencananya, termasuk opsi langganan berbayar untuk beberapa akun "super follow," dalam upaya mencapai pendapatan tahunan setidaknya 7,5 miliar dolar AS dan 315 juta pengguna aktif harian yang dapat dimonetisasi (mDAU), atau mereka yang melihat iklan, pada akhir 2023.

Juru bicara Twitter mengatakan fitur "super follow", yang memungkinkan pengguna mengenakan biaya kepada pengikut atau followers mereka untuk akses ke konten eksklusif, akan diluncurkan tahun ini.

Twitter, yang biasanya digunakan untuk menyiarkan pesan singkat ke khalayak luas, juga berupaya membangun lebih banyak cara bagi orang untuk melakukan percakapan.

Salah satunya adalah dengan fitur "Spaces," untuk diskusi audio secara langsung, yang sedang diuji dengan sekitar 1.000 pengguna.

Twitter juga akan memungkinkan orang berbagi konten dalam format yang lebih panjang menggunakan Revue, layanan penerbitan buletin yang diakuisisi Twitter bulan lalu.

Platform media sosial itu juga mempertimbangkan untuk memungkinkan adanya "komunitas" yang dibuat untuk kepentingan tertentu.

Kepala Produk Konsumen Twitter, Kayvon Beykpour, mengatakan pembuat konten akan dapat menyesuaikan komunitas, termasuk menetapkan dan menegakkan "norma sosial" di luar aturan Twitter.

Pada acara virtual tersebut, Kepala Kebijakan Twitter, Vijaya Gadde, juga menegaskan kembali dukungan perusahaan untuk internet terbuka. Dorsey mengatakan setiap perubahan pada Bagian 230, undang-undang AS yang melindungi perusahaan online dari tanggung jawab atas konten yang diposting oleh pengguna, harus dilakukan dengan hati-hati.

Baca juga: CDC: AS Telah Berikan 70,5 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Secara internasional, Twitter menghadapi tantangan di India, pasar yang berkembang pesat dengan rencana untuk mewajibkan perusahaan media sosial menghapus konten tertentu dan berkoordinasi dengan penegak hukum.

Twitter sebelumnya menolak untuk menghapus konten yang terkait dengan protes petani di India. (OL-6)

Baca Juga

AFP

India Laporkan 152 Ribu Kasus Covid-19 dalam Sehari

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 11 April 2021, 18:52 WIB
Ini merupakan rekor keenam untuk kenaikan kasus harian tertinggi di India. Diketahui, kasus kematian akibat covid-19 sudah mencapai169.275...
AFP

Fasilitas Nuklir di Iran Alami Insiden Kecelakaan

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 11 April 2021, 16:40 WIB
Masalah di fasilitas nuklir Natanz melibatkan jaringan distribusi listrik. Padahal, fasilitas itu baru saja memulai sentrifugal baru...
AFPTV / AFP

Internet Dinonaktifkan, Pemuda Myanmar Terbitkan Buletin

👤 Nur Aivanni 🕔Minggu 11 April 2021, 14:30 WIB
Selama 56 hari berturut-turut telah terjadi pemadaman internet oleh pemerintah junta militer Myanmar sebagai upaya memberangus aksi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tata Ulang Desain Olahraga Nasional untuk Capai Prestasi

 Prestasi tidak dicapai dengan proses singkat. Kerap kali butuh waktu bertahun-tahun untuk meraihnya

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya