Jumat 19 Februari 2021, 19:20 WIB

Iran Mengekang Kegiatan Terkait Nuklir jika Sanksi AS Dicabut

Mediaindonesia.com | Internasional
Iran Mengekang Kegiatan Terkait Nuklir jika Sanksi AS Dicabut

Amir Kholousi, ISNA via AP, File
Ilustrasi

 

Iran akan "segera mengekang" berbagai kegiatan terkait program nuklir saat sanksi Amerika Serikat dicabut, kata Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif pada Jumat (19/2).

Baca juga : https://mediaindonesia.com/opini/96410/kesepakatan-nuklir-iran-di-ujung-tanduk

"Ketika sanksi dicabut, kami akan segera mengembalikan semua tindakan perbaikan. Sederhana," kata Zarif melalui Twitter.

Pernyataan Menlu Iran itu menegaskan kembali posisi Tehran pada tawaran Washington untuk menghidupkan kembali pembicaraan mengenai kesepakatan nuklir.

Pemerintahan presiden AS Joe Biden pada Kamis (18/2) mengatakan pihaknya siap menghidupkan kembali perjanjian nuklir 2015 antara Iran dan negara-negara sangat berpengaruh di dunia.

Perjanjian itu ditinggalkan mantan presiden AS Donald Trump pada 2018 sebelum AS memberlakukan kembali sanksi-sanksi terhadap Iran.

Pada Kamis (18/2), Zarif telah membuat cuitan di Twitter bahwa "langkah-langkah perbaikan" yang dilakukan Iran merupakan tanggapan atas pelanggaran perjanjian oleh AS, Inggris, Prancis, dan Jerman. Negara-negara lain penandatangan perjanjian nuklir 2015 adalah China dan Rusia.

Pelanggaran kesepakatan oleh Iran dimulai pada 2019, sekitar setahun setelah Trump menarik AS dari perjanjian nuklir Iran.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada Kamis mengatakan pemerintahan Biden akan kembali ke perjanjian nuklir jika Teheran benar-benar mematuhinya.

Teheran telah menetapkan batas waktu 23 Februari bagi Washington untuk mulai mencabut sanksi terhadap Iran.

Jika sanksi tidak dicabut, kata pemerintahan Iran, pihaknya akan mengambil langkah terbesarnya untuk melanggar kesepakatan yang ada, yakni dengan melarang inspeksi mendadak oleh pengawas nuklir PBB, Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Inggris, Prancis, Jerman, dan Amerika Serikat meminta Iran untuk menahan diri dari langkah itu. Mereka kembali menyampaikan keprihatinan atas tindakan Teheran baru-baru ini untuk memproduksi uranium yang diperkaya --hingga 20 persen-- dan logam uranium.  (Ant/OL-12)

Baca Juga

ALEX EDELMAN / AFP

Trumps Divaksinasi Covid-19 Sebelum Tinggalkan Gedung Putih

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 02 Maret 2021, 10:16 WIB
Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan istrinya, Melania, divaksinasi Covid-19 pada Januari 2021 sebelum meninggalkan Gedung...
AFP/KAzuhiro Nogi

Mesin Pendingin Rusak, 1.032 Vaksin Covid-19 di Jepang Terbuang

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 02 Maret 2021, 09:43 WIB
 Kerusakan mesin pendingin itu menyebabkan 172 botol vaksin atau 1.032 dosis vaksin menjadi terbuang...
MLUNGIS MBELE / AFP

Hanya 4% dari Penelitian Covid-19 yang Relevan dengan Afrika

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 02 Maret 2021, 09:21 WIB
Hanya 94 dari 2.196 artikel yang dipelajari atau sekitar 4% berisi konten yang terkait dengan Afrika atau negara Afrika...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya