Jumat 15 Januari 2021, 04:55 WIB

New York Minta Lebih Banyak Pasokan Vaksin

(Aiw/The Guardian/I-1) | Internasional
New York Minta Lebih Banyak Pasokan Vaksin

(AFP)
Produksi vaksin covid-19.

 

WALI Kota New York Bill de Blasio meminta lebih banyak pasokan vaksin covid-19 dalam waktu dekat, seiring meningkatnya jumlah kematian harian di AS akibat virus korona. Dia mengatakan, kurangnya pasokan vaksin menghambat upaya Kota New York untuk meningkatkan kampanye imunisasi.

De Blasio pun menilai kotanya akan gagal mencapai target inokulasi, kecuali bisa mendapatkan lebih banyak vaksin.

“Kami membutuhkan pemerintah federal, pemerintah negara bagian, dan produsen untuk meningkatkan dan memberi kami lebih banyak pasokan segera,” kata de Blasio dalam sebuah briefing.

Kota terpadat di negara itu menambahkan lokasi vaksinasi di lima wilayahnya, termasuk dua taman Major League Baseball dan telah berhasil melonggarkan batasan tentang siapa yang berhak mendapatkan vaksinasi.

New York berada di jalur yang tepat untuk menginokulasi satu juta di antara lebih dari delapan juta penduduknya pada akhir bulan, tetapi hanya jika mendapatkan cukup vaksin.

"Saya mengonfirmasi dengan tim perawatan kesehatan kami kemarin bahwa bahkan dengan pasokan normal yang kami perkirakan telah dikirimkan minggu depan, kami akan kehabisan vaksin di beberapa titik minggu depan, kecuali kami mendapatkan pasokan baru yang besar," tambahnya.

Secara nasional, hanya sekitar sepertiga dari 29,4 juta dosis vaksin yang didistribusikan ke negara bagian telah diberikan kepada masyarakat, menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS telah mengizinkan vaksin dari Pfizer-BioNTech dan Moderna untuk penggunaan darurat. Kedua vaksin membutuhkan dua dosis dengan jarak beberapa minggu.

Perjuangan AS untuk menyuntik penduduknya datang ketika jumlah warga yang meninggal akibat covid-19 mencapai rekor harian 4.336 pada Selasa. Peningkatan ini membuat jumlah korban meninggal akibat covid-19 di AS menjadi 380.524, dengan jumlah kasus mencapai 22,7 juta pada Selasa malam.

Sementara itu, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengatakan bahwa Uni Afrika telah mendapatkan 270 juta dosis vaksin covid-19 dari produsen untuk negara anggota guna melengkapi program Covax.

Vaksin akan dipasok Pfizer dan AstraZeneca melalui Serum Institute of India serta Johnson & Johnson.

Dia menuturkan, 270 juta dosis vaksin akan tersedia tahun ini, dengan setidaknya 50 juta dosis tersedia untuk periode April hingga Juni 2021.

Mengenai pembiayaan, Ramaphosa mengatakan pengaturan telah dibuat dengan Bank Ekspor-Impor Afrika (Afreximbank) untuk mendukung negara anggota yang menginginkan akses vaksin. (Aiw/The Guardian/I-1)

Baca Juga

Hector RETAMAL / AFP

Tiongkok Temukan Bir Impor Tercemar Covid-19

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 27 Januari 2021, 09:37 WIB
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (CDC) Kota Tinjin, Tiongkok menemukan bir impor yang tercemar...
AFP/	STEPHEN ZENNER

Biden Janji Atasi Masalah Rasisme di AS

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 27 Januari 2021, 08:23 WIB
Biden memastikan semua orang diciptakan setara dan memiliki hak untuk diperlakukan sama sepanjang hidup...
AFP/JUSTIN TALLIS

PM Inggris Ngotot Telah Berupaya Keras Atasi Covid-19

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 27 Januari 2021, 08:22 WIB
Hal itu diungkapkan Johnson saat angka kematian akibat covid-19 di Inggris melewati angka 100...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya