Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Indonesia kembali menolak pengiriman Bahan Berbahaya dan Beracun atau B3 dari negara-negara lain. Dalam waktu dekat Indonesia akan melakukan reekspor atau pengembalian balik 79 kontainer impor bahan baku industri B3.
Hal ini ditegaskan Kementerian Luar Negeri pada pertemuan virtual dengan empat kedutaan besar asing di Jakarta, yaitu Inggris, Amerika Serikat, Selandia dan Australia (23/12). Seluruh kontainer tersebut berasal dari negara-negara yang dipanggil pada pertemuan virtual tersebut.
“Sesuai dengan Basel Convention (on the Control of the Transboundary Movements of Hazardous Wastes and their Disposal), impor lintas negara yang berisi limbah B3 tidak diperkenankan, sehingga Pemerintah Indonesia harus mengembalikannya kepada negara pengirim," ujar Direktur Jenderal Amerika dan Eropa I Gede Ngurah Swajaya dalam keterangan pers Kementrian Luar Negeri, Kamis (24/12).
Baca juga: Kurangi Impor Sampah, Pengelolaan Dalam Negeri Dioptimalkan
Reekspor tersebut ditargetkan selesai pada akhir Januari 2021. Ngurah menjelaskan, proses verifikasi setiap kontainer yang masuk sudah dilakukan secara lintas kementerian dan lembaga di Indonesia, diantaranya oleh Kementerian LHK, Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangand dan juga Polri.
Dijelaskan, Kementerian LHK sebagai kembaga penjuru konvensi Basel, juga mengadakan komunikasi dengan national focal point konvensi di tiap negara impor, kecuali Amerika Serikat yang bukan negara pihak Konvensi Basel.
Dikatakan bahwa Ke-79 kontainer yang akan direekspor ini adalah bagian dari total 107 kontainer yang sedang disita Pemerintah Indonesia karena mengandung limbah B3. Adapun untuk 28 kontainer lain harus melalui pemeriksaan ulang.
Ngurah menyebut, pemanggilan keempat kedubes asing di Jakarta oleh Kementerian Luar Negeri RI secara virtual itu ditanggapi secara positif oleh mereka dan berkomitmen bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia dalam reekspor kontainer-kontainer berisi limbah B3 tersebut. (OL-4)
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved