Rabu 02 Desember 2020, 16:26 WIB

Biden tidak Segera Hapus Perjanjian Dagang Fase 1 dengan Tiongkok

Nur Aivanni | Internasional
Biden tidak Segera Hapus Perjanjian Dagang Fase 1 dengan Tiongkok

AFP
Presiden AS terpilih Joe Biden saat berada di negara bagian Delaware.

 

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) terpilih Joe Biden tidak akan segera menghapus perjanjian perdagangan fase 1 antara AS dan Tiongkok. Adapun perjanjian tersebut diteken dalam pemerintahan Donald Trump.

"Saya tidak akan melakukan tindakan secepat itu. Hal serupa juga berlaku untuk kebijakan tarif,” tutur Biden dalam sebuha wawancara dengan kolumnis New York Times.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Tiongkok sepakat meningkatkan pembelian produk dan jasa asal AS sebesar US$200 miliar selama 2020-2021.

Baca juga: Sikap Biden tentang Perjanjian Nuklir Panaskan Iran-Israel

Perjanjian dagang fase 1, yang ditandatangani awal 2020, juga menerapkan tarif 25% pada barang dan komponen industri Tiongkok senilai US$250 miliar. Dalam hal ini, berbagai produk yang digunakan produsen AS.

Namun, tarif pembalasan Tiongkok lebih dari US$100 miliar terhadap produk Negeri Paman Sam. Biden menyebut dirinya akan fokus pada kebijakan terkait praktik Tiongkok yang merugikan AS.

Seperti, mencuri kekayaan intelektual, subsidi ilegal kepada perusahaan, hingga memaksa transfer teknologi dari perusahaan AS ke mitra Tiongkok.(CNA/OL-11)

 

Baca Juga

AFP

Cegah Serangan Internal, Ribuan Pasukan Garda Nasional Diperiksa

👤Nur Aivanni 🕔Senin 18 Januari 2021, 15:06 WIB
Upaya itu dilakukan FBI jelang pelantikan Presiden AS terpilih Joe Biden. Ancaman serangan orang dalam menyusul aksi protes pro-Trump, yang...
EON HEON-KYUN / POOL / AFP

Moon Jae-in Minta Joe Biden Lanjutkan Pembicaraan AS-Korea Utara

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Januari 2021, 13:46 WIB
Joe Biden diminta mengadakan pembicaraan dengan Korea Utara untuk membangun kemajuan yang telah dibuat oleh Presiden Donald Trump dan...
Dok.Ist

Dubes RI di Jepang Dukung Giat Forum Bisnis Baru Bersama

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Januari 2021, 12:50 WIB
Selanjutnya mereka diharapkan kembali ke Indonesia dengan keberhasilan membawa ilmu pengetahuan serta modal dari kerja di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya