Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) terpilih Joe Biden tidak akan segera menghapus perjanjian perdagangan fase 1 antara AS dan Tiongkok. Adapun perjanjian tersebut diteken dalam pemerintahan Donald Trump.
"Saya tidak akan melakukan tindakan secepat itu. Hal serupa juga berlaku untuk kebijakan tarif,” tutur Biden dalam sebuha wawancara dengan kolumnis New York Times.
Berdasarkan perjanjian tersebut, Tiongkok sepakat meningkatkan pembelian produk dan jasa asal AS sebesar US$200 miliar selama 2020-2021.
Baca juga: Sikap Biden tentang Perjanjian Nuklir Panaskan Iran-Israel
Perjanjian dagang fase 1, yang ditandatangani awal 2020, juga menerapkan tarif 25% pada barang dan komponen industri Tiongkok senilai US$250 miliar. Dalam hal ini, berbagai produk yang digunakan produsen AS.
Namun, tarif pembalasan Tiongkok lebih dari US$100 miliar terhadap produk Negeri Paman Sam. Biden menyebut dirinya akan fokus pada kebijakan terkait praktik Tiongkok yang merugikan AS.
Seperti, mencuri kekayaan intelektual, subsidi ilegal kepada perusahaan, hingga memaksa transfer teknologi dari perusahaan AS ke mitra Tiongkok.(CNA/OL-11)
PM Kanada Mark Carney membantah klaim Gedung Putih bahwa dirinya menarik kembali kritik terhadap Trump. Simak polemik tarif 100% dan perdagangan dengan Tiongkok.
Skandal besar guncang Tiongkok. Jenderal Zhang Youxia diduga bocorkan rahasia nuklir ke AS dan terlibat korupsi.
Ketegangan AS-Kanada memuncak. Donald Trump mengancam tarif impor 100% setelah PM Carney menyepakati kemitraan strategis dengan Tiongkok.
Peneliti Tiongkok melalui misi Chang’e 6 mengungkap mengapa sisi jauh Bulan berbeda dengan sisi dekat. Temuan isotop kalium berikan bukti hantaman purba.
Tiongkok membidik target ekonomi 4,5-5% pada 2026. Fokus beralih ke kualitas pertumbuhan dan stabilitas domestik guna menghindari stagnasi jangka panjang ala Jepang.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan terakhir tahun 2025 dengan kinerja positif, menguat tipis sebesar 2,68 poin.
Anjloknya harga emas pada perdagangan hari ini memberikan tekanan langsung terhadap sentimen saham-saham tambang emas di Bursa Efek Indonesia (BEI).
IHSG mengakhiri perdagangan Selasa sore di zona merah. Tekanan jual muncul seiring investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) menjelang libur dan cuti bersama Natal.
Sektor non-migas menjadi pendorong utama surplus perdagangan Batam pada September 2025, dengan mesin dan peralatan listrik (HS 85) mendominasi ekspor dengan nilai US$831,02 juta.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan pentingnya dukungan terhadap investasi asing sebagai bagian dari upaya mempercepat kemakmuran nasional.
Indonesia mendorong penyelesaian perundingan reviu ASEAN-India Trade in Goods Agreement (AITIGA) pada akhir 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved