Rabu 25 November 2020, 12:34 WIB

New South Wales akan Perlonggar Pembatasan Covid-19

Basuki Eka Purnama | Internasional
New South Wales akan Perlonggar Pembatasan Covid-19

AFP/Saeed KHAN
Warga berbincang di Circular Quay, Sydney, Negara Bagian New South Wales, Australia.

 

NEGARA Bagian New South Wales (NSW), Australia, akan memperlonggar pembatasan jarak sosial dan menghapus persyaratan bagi perusahaan untuk mengizinkan karyawan bekerja dari rumah setelah mencatat hampir tiga minggu tanpa penularan lokal covid-19. Hal itu dikatakan Kepala Pemerintahan NSW Gladys Berejiklian, Rabu (25/11).

Berbeda dengan banyak bagian dunia lain yang memberlakukan aturan yang lebih keras untuk memperlambat penyebaran virus, negara bagian dan teritori Australia, dalam beberapa pekan terakhir, mulai melonggarkan hampir semua pembatasan.

Hal itu telah memberikan dorongan besar bagi ekonomi negara yang sedang sakit menjelang musim pra-Natal yang sibuk.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Rusia Sputnik Diklaim 95% Manjur

NSW, negara bagian terpadat di Australia, mulai 1 Desember akan mengizinkan restoran, pub, dan kafe untuk meningkatkan kapasitas.

Dalam upaya menghidupkan kembali area bisnis Sydney, Berejiklian mengatakan negara bagian akan menghapus perintah yang mewajibkan pemberi
kerja untuk mengizinkan karyawan bekerja dari rumah mulai 14 Desember.

"Penting untuk memastikan bahwa kami menjaga perekonomian kami terus bergerak, kami mempertahankan pekerjaan, dan bahwa orang-orang merasa lebih percaya diri pada 2021 tentang mata pencaharian dan pekerjaan mereka," kata Berejiklian kepada wartawan di Sydney.

Berejiklian mengatakan perubahan itu akan membuat lebih banyak orang menggunakan transportasi umum dan negara akan mempertimbangkan mendenda orang-orang yang tidak mengenakan masker saat bepergian dengan bus, kereta api, dan kapal feri.

Pengumuman itu datang ketika NSW mencatat tidak ada penularan lokal covid-19 selama 18 hari berturut-turut.

Negara bagian terpadat kedua di Australia, Victoria, juga tidak mencatat kasus covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Negara bagian Victoria, tempat 90% kematian yang terkait covid-19 terjadi di Australia, kini telah 25 hari berturut-turut tanpa terdeteksi adanya infeksi.

Dengan Victoria berhasil mengatasi wabah gelombang kedua, Queensland akan membuka perbatasannya ke negara bagian itu pada 1 Desember.

Australia telah melaporkan lebih dari 27.800 kasus covid-19 dan 907 kematian sejak pandemi dimulai.

Hanya 100 kasus aktif yang tersisa di negara itu, dengan sebagian besar melakukan karantina di hotel. (Ant/OL-1)

Baca Juga

AFP

Brasil Setujui Vaksin Korona CoronaVac dan AstraZeneca-Oxford

👤Nur Aivanni 🕔Senin 18 Januari 2021, 08:49 WIB
Regulator Kesehatan Brasil Anvisa, pada Minggu, memberikan persetujuan darurat untuk dua vaksin virus...
 KURT DESPLENTER / BELGA / AFP

Varian Baru Covid-19 Ditemukan di Rumah Jompo Belgia

👤Nur Aivanni 🕔Senin 18 Januari 2021, 08:26 WIB
Lebih dari 100 orang telah terinfeksi jenis virus korona Inggris di sebuah rumah jompo di Belgia. Hal itu disampaikan oleh direktur...
 AFP/Kirill KUDRYAVTSEV

Alexei Navalny Akhirnya Dijebloskan ke Penjara Moskow

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Januari 2021, 08:14 WIB
Anggota Kepolisian Rusia menangkap kritikus terkemuka Kremlin, Alexei Navalny, setibanya di Moskow pada Minggu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya