Selasa 24 November 2020, 04:10 WIB

Uji Coba Vaksin Covid-19 India Usai dalam 2 Bulan

(Aiw/CNA/I-1) | Internasional
 Uji Coba Vaksin Covid-19 India Usai dalam 2 Bulan

(Photo by Manjunath Kiran / AFP)
Electronic Vaccine Intelligence Network (EVIN) di rumah sakit pemerintah yang diusulkan oleh pemerintah kota Bangalore untuk penyimpanan

 

MENTERI Kesehatan India Hash Vardhan mengatakan kandidat vaksin covid-19 yang dikembangkan dalam negeri diperkirakan akan menyelesaikan uji coba terakhirnya daam satu atau dua bulan mendatang. Kabar ini meningkatkan harapan terhadap ketersediaan vaksin dalam waktu dekat di negara dengan jumlah infeksi tertinggi kedua di dunia tersebut.

Dewan Riset Medis India (ICMR) yang dikelola negara dan Bharat Biotech bulan ini memulai uji coba tahap ketiga COVAXIN, yang akan melibatkan 26 ribu sukarelawan. Ini adalah vaksin eksperimental India yang paling maju.

"Kami sedang mengembangkan vaksin dalam negeri, yang saat ini pada tahap menyelesaikan uji coba fase tiga dalam satu atau dua bulan ke depan," kata Harsh Vardhan dalam sebuah konferensi.

Dia menegaskan kembali rencana pemerintah untuk memvaksinasi 200 juta-250 juta warga India pada Juli.

Seorang ilmuwan ICMR mengatakan awal bulan ini bahwa vaksin tersebut dapat diluncurkan pada Februari atau Maret, meskipun Bharat Biotech secara terpisah mengatakan pada hari Jumat lalu bahwa hasil uji coba tahap akhir diharapkan hanya antara Maret dan April.

Vardhan, mengatakan pada bulan September pemerintah dapat memilih otorisasi vaksin darurat, terutama untuk orang tua dan orang-orang di tempat kerja yang berisiko tinggi.

Pemerintah India mengatakan, mereka berharap untuk mengandalkan COVAXIN dan empat kandidat vaksin lain yang diuji secara lokal untuk mengendalikan covid-19, karena mereka tidak yakin dapat mengakses jumlah vaksin yang cukup pada tahap awal dari yang dikembangkan Pfizer dan Moderna.

Vaksin eksperimental lainnya yang diuji coba di India adalah yang dikembangkan AstraZeneca dan Universitas Oxford yang diproduksi Serum Institute of India, Sputnik-V Rusia, ZyCoV-D Zydus Cadila dan yang terakhir dikembangkan Biological E Ltd bersama Baylor College of Medicine dan Dynavax Technologies Corp.

CEO Serum mengatakan pada hari Jumat bahwa vaksin AstraZeneca dapat dikirim bagi petugas kesehatan India dan lansia pada bulan Januari.

Pada Minggu (20/11) India mencatat 45.209 infeksi baru, sehingga total menjadi 9,09 juta, tepat di bawah Amerika Serikat. Kematian meningkat 501 kasus menjadi 133.227 kasus, dengan Delhi mencatat jumlah kematian harian tertinggi di negara itu selama beberapa hari terakhir. (Aiw/CNA/I-1)

Baca Juga

AFP/Mahmud Hams.

Israel tidak akan Selidiki Pembunuhan Jurnalis Palestina-Amerika

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 22:02 WIB
Divisi Investigasi Kriminal Polisi Militer tentara Israel, yang dikenal dengan bahasa Ibraninya, Metzah, tidak berencana menyelidiki...
AFP/Ahmad Gharabli.

Anggota Knesset Mundur, Pemerintah Israel Kini Minoritas dalam Parlemen

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 21:17 WIB
Menyetujui mosi untuk membubarkan parlemen dan mengadakan pemilihan baru membutuhkan 61...
AFP/Abbas Momani.

Mahasiswa Hamas Rayakan Kemenangan Jajak Pendapat Universitas Tepi Barat

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 20:35 WIB
Blok Islam Al Wafaa Hamas memenangkan 28 dari 51 kursi di dewan mahasiswa di Universitas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya