Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
NEGARA anggota Kelompik 20 Ekonomi Utama (G20) menyepakati komitmen untuk melawan perubahan iklim dengan aksi kolektif melalui Circular Carbon Economy (ekonomi karbon sirkular).
Hal tersebut disampaikan di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Riyadh 2020, Minggu (22/11).
Arab Saudi, yang menjabat keketuaan G20 tahun ini, menyatakan pihaknya telah mengadvokasi inisiatif CCE dalam rangka mengurangi emisi karbon dunia dengan 4R yakni reduce, reuse, recycle, remove (mengurangi, menggunakan kembali, mendaur ulang, menghapuskan).
"4R mencakup pendekatan yang holistik, terintegrasi, dan pragmatik--yang menghargai semua pilihan untuk mengelola emisi di semua sektor," kata Pemimpin Arab Saudi Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dalam pidato KTT G20 Riyadh 2020 hari kedua, Minggu (22/11) malam WIB.
Raja Salman juga menyatakan Arab Saudi hendak meluncurkan Program Nasional Ekonomi Karbon Sirkular yang akan mengonsolidasi serta mempercepat aksi dalam mewujudkan perekonomian berkelanjutan.
"Kami meminta negara-negara lain untuk bekerja bersama kami demi membantu mencapai tujuan dari program ini, yakni menanggulangi perubahan iklim seiring dengan terus menciptakan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan manusia," ujar Raja Salman.
Baca juga: Dampak Perubahan Iklim, Pulau Pari Banjir Rob Dua Kali Setahun
Sejumlah pemimpin negara anggota G20 lainnya juga menyampaikan pidato dalam sesi yang sama mengenai dukungan terhadap CCE yang menyasar cara-cara melawan perubahan iklim, baik yang akan maupun telah dilakukan oleh masing-masing negara.
"Menanggulangi perubahan iklim bukanlah suatu pembatasan terhadap pertumbuhan ekonomi. Justru kita perlu menyesuaikan pola pikir kita dengan peralihan paradigma bahwa transformasi struktur industri juga ekonomi dan masyarakat kita, mengarah pada pertumbuhan ekonomi yang dinamis," ucap Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga.
"Perubahan iklim tidak dapat ditangani secara sendirian, melainkan dalam suatu langkah yang terintegrasi, komprehensif, dan menyeluruh. Ini adalah saat yang tepat untuk lebih meningkatkan penelitian dan inovasi atas teknologi baru dan berkelanjutan. Kita harus melakukannya dengan semangat kerja sama dan kolaborasi," imbuh Perdana Menteri India Narendra Modi.(Ant/OL-5)
Fenomena Bulan yang perlahan menjauh dari Bumi dijelaskan secara ilmiah oleh pakar IPB University.
Di tengah meningkatnya tekanan perubahan iklim dan pemanasan laut, diskusi tentang energi dan kelautan kini tidak lagi berdiri sendiri.
Peneliti mengungkap mekanisme seluler yang membantu tanaman tetap tumbuh meski cuaca ekstrem. Temuan ini menjadi kunci masa depan ketahanan pangan global.
Meski perubahan iklim mengancam es laut, beruang kutub di Svalbard justru ditemukan lebih sehat dan gemuk. Apa rahasianya?
Di tengah krisis iklim yang kian nyata, arah kebijakan negara disebut belum beranjak dari pendekatan lama yang justru memperparah kerusakan lingkungan.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved