Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN terpilih Joe Biden mengatakan Amerika Serikat harus bergabung dengan negara demokrasi dunia lainnya untuk menghadirkan front persatuan dalam kebijakan perdagangan global sebagai penyeimbang Tiongkok.
"Gagasan bahwa kami menusuk jari kami di mata teman-teman kami dan merangkul otokrat tidak masuk akal bagi saya," kata Biden dalam konferensi pers untuk membahas rencana ekonominya, Senin (16/11).
Dia berjanji untuk merilis rincian agenda kebijakan perdagangannya pada 21 Januari atau sehari setelah dia menjabat. Selama ini pemerintah AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump menggunakan kebijakan perdagangan agresif terhadap kawan dan musuh. Seperti memberlakukan tarif pada baja, aluminium dan barang-barang lain dari Kanada, Meksiko dan Uni Eropa termasuk Tiongkok. Untuk itu Biden sangat ingin kebijakan ekonominya mendapat dukungan dari negara-negara mitra agar Tiongkok tidak bisa mendikte AS.
Pada Pemerintahan Trump menghindari organisasi multilateral, dan melumpuhkan Organisasi Perdagangan Dunia karena dianggap tidak adil bagi AS. Trump juga melumpuhkan badan penyelesaian perselisihan dan memblokir penamaan direktur jenderal baru. Retorika Trump umumnya lebih bersahabat dengan Rusia dan Korea Utara.
baca juga: Trump Sempat Mengaku Kalah
Biden mengatakan dia telah berbicara dengan beberapa pemimpin dunia secara umum tentang masalah perdagangan, tetapi menolak untuk membahas secara spesifik dengan mereka tentang apa yang mungkin dia lakukan. Termasuk apakah dia akan bergabung dengan pakta perdagangan bebas Asia-Pasifik yang baru.
Biden juga mengatakan dia tidak akan mengejar kebijakan perdagangan yang"menghukum, melainkan bertujuan untuk membuat pekerja Amerika lebih kompetitif.
"Dan memastikan para pemimpin serikat tenaga kerja ada di meja dalam setiap kesepakatan perdagangan yang kita buat," tegasnya.
Biden juga mengulangi janjinya untuk bergabung kembali dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan kesepakatan iklim Paris yang ditolak Trump. (AFP/OL-3)
Presiden Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif impor lebih tinggi bagi negara yang mengabaikan komitmen dagang pasca putusan Mahkamah Agung AS.
Pemerintahan Donald Trump mengumumkan tarif global 15% dan investigasi perdagangan baru sebagai strategi memperkuat kebijakan proteksi industri AS di tengah ketegangan dagang global.
Pasca-Mahkamah Agung AS menyatakan tarif impor ilegal, pemerintahan Trump justru meluncurkan kebijakan baru.
Presiden AS Donald Trump resmi menaikkan tarif impor global menjadi 15% sebagai respons atas pembatalan kebijakan sebelumnya oleh Mahkamah Agung.
PM Kanada Mark Carney membantah klaim Gedung Putih bahwa dirinya menarik kembali kritik terhadap Trump. Simak polemik tarif 100% dan perdagangan dengan Tiongkok.
Presiden AS Donald Trump resmi mengumumkan kenaikan tarif impor untuk barang-barang Korea Selatan, termasuk otomotif dan farmasi, setelah kesepakatan dagang dinilai gagal.
Iran melancarkan serangan balasan dengan menargetkan infrastruktur energi di negara-negara Teluk sekutu AS, setelah fasilitas gas Iran di South Pars diserang
TIM perencana militer dari Inggris dilaporkan tengah bekerja sama dengan militer Amerika Serikat (AS) untuk menyusun langkah membuka kembali Selat Hormuz.
Infrastruktur bahan bakar, energi, dan gas dari AS-Israel yang menyerang fasilitas energi dan minyak Iran akan dibakar dan dilenyapkan menjadi abu sesegera mungkin.
Iran bantah kabar Mojtaba Khamenei dilarikan ke Rusia untuk operasi medis. Sementara itu, pejabat tinggi Ali Larijani dikonfirmasi tewas akibat serangan Israel.
Harga minyak dunia melonjak akibat perang Iran. Ekonom Moody's peringatkan peluang resesi 49% dan risiko harga mencapai $200 per barel.
Donald Trump nyatakan AS tak butuh bantuan sekutu amankan Selat Hormuz. Klaim sukses militer lawan Iran meski pasokan minyak dunia terancam blokade.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved