Selasa 17 November 2020, 05:51 WIB

Biden Berharap Kebijakan Perdagangannya Dapat Dukungan Dunia

Siswantini Suryandari | Internasional
Biden Berharap Kebijakan Perdagangannya Dapat Dukungan Dunia

ROBERTO SCHMIDT / AFP
Presiden terpilih AS Joe Biden saat memberi keterangan kepada wartawan di Wilmington. Daleware, Senin (16/11/2020)

 

PRESIDEN terpilih Joe Biden mengatakan Amerika Serikat harus bergabung dengan negara demokrasi dunia lainnya untuk menghadirkan front persatuan dalam kebijakan perdagangan global sebagai penyeimbang Tiongkok.

"Gagasan bahwa kami menusuk jari kami di mata teman-teman kami dan merangkul otokrat tidak masuk akal bagi saya," kata Biden dalam konferensi pers untuk membahas rencana ekonominya, Senin (16/11).

Dia berjanji untuk merilis rincian agenda kebijakan perdagangannya pada 21 Januari atau sehari setelah dia menjabat. Selama ini pemerintah AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump menggunakan kebijakan perdagangan agresif terhadap kawan dan musuh. Seperti memberlakukan tarif pada baja, aluminium dan barang-barang lain dari Kanada, Meksiko dan Uni Eropa termasuk Tiongkok. Untuk itu Biden sangat ingin kebijakan ekonominya mendapat dukungan dari negara-negara mitra agar Tiongkok tidak bisa mendikte AS.

Pada Pemerintahan Trump menghindari organisasi multilateral, dan melumpuhkan Organisasi Perdagangan Dunia karena dianggap tidak adil bagi AS. Trump juga melumpuhkan badan penyelesaian perselisihan dan memblokir penamaan direktur jenderal baru. Retorika Trump umumnya lebih bersahabat dengan Rusia dan Korea Utara.

baca juga: Trump Sempat Mengaku Kalah

Biden mengatakan dia telah berbicara dengan beberapa pemimpin dunia secara umum tentang masalah perdagangan, tetapi menolak untuk membahas secara spesifik dengan mereka tentang apa yang mungkin dia lakukan. Termasuk apakah dia akan bergabung dengan pakta perdagangan bebas Asia-Pasifik yang baru.

Biden juga mengatakan dia tidak akan mengejar kebijakan perdagangan yang"menghukum, melainkan bertujuan untuk membuat pekerja Amerika lebih kompetitif. 

"Dan memastikan para pemimpin serikat tenaga kerja ada di meja dalam setiap kesepakatan perdagangan yang kita buat," tegasnya.

Biden juga mengulangi janjinya untuk bergabung kembali dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan kesepakatan iklim Paris yang ditolak Trump. (AFP/OL-3)

Baca Juga

AFP/Hector RETAMAL

Varian Omikron Muncul Lagi di Xinjiang dan Tibet saat Puncak Liburan

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 23:30 WIB
Selama 1-21 Juli 2022, Xinjiang telah menerima 25,5 juta wisatawan atau naik 15,7% jika dibandingkan dengan periode yang sama...
AFP/Tang Chhin Sothy.

UE Serahkan Teks Final Kesepakatan Nuklir, Respons AS dan Iran Ditunggu

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 22:53 WIB
Uni Eropa mengatakan Selasa (9/8) bahwa mereka mengharapkan Teheran dan Washington untuk sangat cepat menanggapi teks final yang...
AFP/Anwar Amro.

Hizbullah Peringatkan Israel tidak Serang Milisi Palestina di Libanon

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 22:42 WIB
Pemimpin Hizbullah Libanon Sayyed Hassan Nasrallah, Selasa (9/8), memperingatkan Israel agar tidak memperluas target serangannya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya