Kamis 12 November 2020, 11:33 WIB

Ledakan di Jeddah Lukai Empat Orang

Basuki Eka Purnama | Internasional
Ledakan di Jeddah Lukai Empat Orang

AFP/STR
Polisi Arab Saudi menutup jalan menuju sebuah pemakaman non-muslim di Jeddah tempat terjadinya ledakan yang menewaskan 4 orang.

 

SEDIKITNYA empat orang terluka dalam insiden, yang menurut pejabat Prancis sebagai serangan bom selama upacara peringatan di Jeddah, Arab Saudi, Rabu (11/11), menurut laporan media.

Kementerian Luar Negeri Prancis mengatakan serangan terjadi dalam sebuah acara peringatan akhir Perang Dunia I, yang dihadiri para diplomat asing.

"Upacara tahunan yang memperingati akhir Perang Dunia I di pemakaman non-Muslim di Jeddah dihadiri sejumlah konsulat, termasuk Prancis, yang menjadi sasaran serangan IED (alat peledak rakitan) pagi ini, yang melukai sejumlah orang," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Prancis.

Baca juga: KJRI Pastikan tidak Ada WNI Jadi Korban Ledakan di Jeddah

Emirat Provinsi Mekkah menggambarkan insiden tersebut sebagai serangan pengecut dan mengatakan penyelidikan sedang berlangsung.

Melalui pernyataan bersama, Kedutaan Besar Prancis, Yunani, Italia, Inggris, serta Amerika Serikat (AS) mengecam serangan tersebut.

"Kedutaan yang terlibat dalam peringatan ini mengecam keras serangan pengecut ini. Serangan terhadap orang-orang yang tidak bersalah semacam itu memalukan dan sama sekali tidak dapat diterima," ungkap pernyataan bersama itu.

Mereka berharap agar para korban luka segera pulih dan menyampaikan berterima kasih kepada 'Petugas P3K yang membantu mereka di lokasi kejadian.'

Lima negara berjanji akan mendukung penyelidikan oleh otoritas Arab Saudi.

Qatar mengecam serangan tersebut dan menolak segala kekerasan maupun teror dalam kasus apa pun.

Uni Emirat Arab (UAE) juga mengecam keras serangan pengecut tersebut. Pihaknya menyampaikan solidaritas melawan ancaman apa pun yang
menargetkan keamanan dan stabilitas Arab Saudi.

Kementerian Luar Negeri Bahrain merilis pernyataan yang mendukung semua tindakan Arab Saudi untuk memastikan keamanan dan stabilitas di wilayah mereka dan untuk memastikan keselamatan warganya.

"Serangan keji ini, yang menargetkan warga sipil tidak bersalah sehingga menimbulkan ketakutan sekaligus melanggar semua hukum agama dan sipil, mengungkapkan wajah buruk kekerasan dan ekstremisme," ungkap Kementerian Luar Negeri Kuwait.

Yordania juga mengecam serangan tersebut, yang menargetkan warga sipil tidak bersalah dan mengatakan insiden tersebut bertentangan dengan semua prinsip dan nilai-nilai agama serta kemanusiaan. (Ant/OL-1)

Baca Juga

AFP/Sam Yeh

Militer Taiwan Jalani Latihan untuk Hadapi Tiongkok

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 19 Januari 2021, 15:31 WIB
Ancaman Tiongkok yang meningkat datang ketika tawaran ekonomi dan politik tidak membuahkan...
AFP

Pandemi Covid-19 Ungkap Kemiskinan Tersembunyi di Jepang

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 19 Januari 2021, 15:28 WIB
Kalangan ahli mengkhawatirkan kenaikan angka pengangguran di Jepang. Sebab, peningkatan 1% angka pengangguran berpotensi menyebabkan 3.000...
NICHOLAS KAMM / AFP

Di Video Perpisahan, Melania Trump Minta Tidak Gunakan Kekerasan

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 19 Januari 2021, 14:57 WIB
Melania Trump mengatakan bahwa kekerasan tidak pernah menjadi jawaban, beberapa minggu setelah pendukung presiden menyerbu gedung Capitol...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya