Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo, Selasa (10/11) waktu setempat, memastikan 'Negeri Paman Sam' itu berencana menjual 50 unit pesawat tempur multiperan siluman F-35 kepada Uni Emirat Arab sebagai bagian dari paket senilai US$23,37 miliar (Rp329,9 triliun).
Departemen Luar Negeri AS sudah mengirimkan pemberitahuan resmi penjualan pesawat tempur siluman itu kepada Kongres. Pesawat itu, sejak lama, diincar sekutu AS di Arab Teluk yang baru mendapatkan lampu hijau untuk membelinya setelah September lalu menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel.
"Kesepakatan bersejarah UEA dalam menormalisasi hubungan dengan Israel di bawah Kesepakatan Abraham memberikan kesempatan sekali dalam satu generasi untuk transformasi secara positif langkah strategis kawasan itu," kata Pompeo.
Baca juga: PM Inggris dan Biden Bahas Isu Perubahan Iklim dan Pemulihan Covid
"Lawan-kawan kita, khususnya yang di Iran, tahu ini dan akan melakukan apa saja guna mengacaukan keberhasilan bersama ini," lanjut dia.
Para anggota legislatif dari Partai Demokrat, 29 Oktober lalu, melaporkan Departemen Luar Negeri sudah membahas secara informal penjualan ini dengan Kongres yang memiliki kekuasaan membatalkan penjualan persenjataan.
Demokrat menyuarakan keprihatinan karena penjualan F-35 ini dikhawatirkan bakal memicu perlombaan senjata di kawasan itu dan membahayakan supremasi militer Israel di kawasan tersebut.
Namun, Israel tidak menolak penjualan pesawat tempur itu ke UEA karena negara ini sendiri justru mengincar wahana tempur lebih canggih lagi dari AS.
Pompeo memastikan penjualan itu meliputi 50 unit F-35 yang setara dengan ukuran armada pesawat buatan Lockheed Martin itu yang dimiliki Israel. Pesawat itu bisa digunakan untuk intelijen, serangan udara dan pertempuran udara.
Pompeo menyebut penjualan itu termasuk 18 unit drone canggih MQ-9B dan juga amunisi udara dan darat senilai US$10 miliar. (Ant/OL-1)
Uni Emirat Arab (UEA) tegas bantah laporan Bloomberg terkait menipisnya cadangan rudal pertahanan udara di tengah perang AS-Israel vs Iran. Cek faktanya!
Etihad Airways menghentikan sementara seluruh penerbangan dari dan menuju Abu Dhabi akibat penutupan wilayah udara regional.
Laporan lengkap kerusakan infrastruktur di Dubai, termasuk Bandara DXB dan Burj Al Arab, pasca serangan balasan Iran Maret 2026.
Pernyataan itu disampaikan dalam percakapan telepon antara pemimpin de facto Arab Saudi tersebut dengan Presiden UEA Mohamed bin Zayed (MBZ)
Selama ini, hubungan Indonesia dan Uni Emirat Arab memang berkembang pesat, terutama pada sektor energi, infrastruktur, dan proyek-proyek pengembangan ekonomi baru.
Dalam kunjungan kerjanya ke Uni Emirat Arab, Prabowo bertemu langsung dengan Presiden Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan di Istana Qasr Al Bahr, Kamis (26/2).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved